Golok Asli Ciomas, Harus Disentuh Godam si Denok

golok ciomas
Duhari memperlihatkan golok Ciomas pusaka si Rebo yang dibuat Ki Cengkuk. (Dok. BPNB Jabar).*

 

BandungKlik – Bedog atau golok asli Ciomas Banten sudah tersohor. Proses pembuatannya tidak sembarang, melainkan ada syarat tertentu sebagai cara melestarikan tradisi leluhur secara turun-temurun.

Menurut cerita, golok Ciomas yang pertama dibuat oleh Ki Cengkuk. Golok tersebut diberi nama si Rebo.

“Golok tersebut kini dipegang oleh Duhari, generasi ke-7 dari Ki Cengkuk. Termasuk palu godam si Denok yang dulu dipakai untuk menempa si Rebo,” kata Risa Nopianti, salah seorang peneliti di Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Jawa Barat, tempo hari.

Dikatakannya, Duhari diwarisi dua benda yang dikeramatkan masyarakat Ciomas itu dari ayahnya yang bernama Ki Jamsari.

Golok yang dibuat di Ciomas tidak semuanya dapat disebut sebagai golok Ciomas. Apa sebab? Ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi sehingga dapat dibilang golok Ciomas.

golok ciomas
Golok Ciomas sulangkar. (Dok. BPNB Jabar).*

Ciri dan Kriteria

Golok berciri khas sulangkar—bilah golok berupa serat berkarat ini, tidak diproduksi secara massal. Saat ini, golok asli Ciomas dibuat oleh satu-satunya pandai besi bernama Sidik Santani. Katanya, selain harus memenuhi sejumlah aspek dan ritual, golok tidak bisa ditempa sembarang waktu.

Peneliti lainnya, Yudi Putu Satriadi menjelaskan, golok Ciomas harus dibuat pada bulan Maulid atau Rabiul Awal. Karena itu, golok yang terkenal tajam ini tidak diproduksi sepanjang tahun. Apalagi bahan bakunya mesti berasal dari daerah setempat yakni berupa besi tua bahkan yang sudah terkubur sekalipun.

“Yang juga menjadi keharusan, bakalan golok tersebut harus ditempa, diulas atau setidaknya ada kontak dengan godam pusaka si Denok. Proses itu sudah berlangsung secara tradisi,” katanya.

godam si depok
Godam si Denok. (Dok. BPNB Jabar).*

Di luar syarat dan kriteria tadi, proses pembuatan golok Ciomas sebetulnya sama dengan pembuatan golok pada umumnya. Sebuah golok terdiri dari bilah, pérah (gagang), dan sarangka (sarung).

Kata Yudi, selama ini dikenal empat jenis golok Ciomas. Yaitu candung, mamancungan, kembang kacang, dan salam nunggal. Meski serupa tetapi masing-masing jenis memiliki karakter bentuk yang berbeda.

Oleh karena keterbatasan material, pandai besi hingga waktu produksi, menjadikan golok Ciomas sebagai produk yang khas, unik dan terbatas. Terlebih, golok Ciomas Banten asli kini dilengkapi sertifikat untuk menjaga keaslian atau keotentikannya. *

Silakan baca:

Kasepuhan Cipta Mulya, Tetap Menjaga Tradisi Leluhur