Giethoorn, Desa “Negeri Dongeng” di Belanda

Desa Giethoorn di Belanda
Suasana asri Desa Giethoorn di Belanda. (dok. brainberries)

 

BandungKlik – Jika Anda memimpikan tinggal di sebuah negeri dongeng, impiannya akan terwujud kala mengunjungi sebuah desa tanpa jalan di Belanda. Namanya desa Giethoorn yang didirikan pada tahun 1200-an.

Berdasarkan informasi dari situs desa ini, nama Giethoorn berasal dari penemuan ratusan tanduk kambing (gietehorens, –bahasa Belanda) penduduk pertama di tanah rawa, sisa-sisa banjir abad ke-10.

Di Desa Giethoorn tersebut, pengunjung akan merasa memasuki desa-desa di negeri dongeng yang kerap hadir di film-film Disney. Suatu tempat dengan rumah dan sungai kecil yang lucu dan banyak bunga segar. Benar-benar mahakarya yang indah, sebuah desa kuno, ajaib, dan sempurna.

Setiap rumah di desa ini tampak mirip tempat tinggal karakter Disney. Seperti Putri Salju atau mungkin Belle yang sedang menghabiskan musim panasnya di sini. Beberapa rumah hanya berukuran kecil namun terlihat manis dan asri, dengan bunga dan tanaman yang mengelilinginya.

Aktivitas sehari-hari dilakukan menggunakan perahu, tak ada kendaraan roda dua atau roda empat. Sebab di sana memang tak ada jalan raya. Hanya ada 176 jembatan dan jalan setapak yang bisa dilewati atau kanal.

Kebanyakan orang yang tinggal di sini memiliki perahu ‘whisper boats’ dengan motor mesin listrik yang senyap tanpa suara. Sehingga tak terdengar bising dan tak mengganggu ketenangan desa tersebut.

Suasana di desa ini, betul-betul sangat tenang dan damai. Bahkan suara terkeras di sana, hanya suara dari bebek atau burung lain. Dengan segala keunikan dan keunggulannya itu, desa ini banyak didatangi turis.

Selama di sana, pengunjung dituntut untuk banyak berjalan kaki dan meninggalkan mobil di luar desa. Karena di desa itu tidak ada jalur transportasi darat.

Silakan baca: Sitiwinangun, Desa Wisata Penghasil Gerabah

Pilihan transportasi hanya perahu yang bisa disewa sendiri atau memilih didampingi pemandu wisata lokal yang akan mengajak mengelilingi desa. Berperahu di desa itu pun telah menjadi atraksi wisata yang populer selama bertahun-tahun. Dengan mengarungi jalur kano sepanjang 90 km.

Sepanjang tahun Giethoorn tetap memukau. Di musim semi dan musim panas, tempat ini menjadi surga hijau bunga dan pepohonan. Kemudian di musim gugur semuanya berubah warna menjadi merah, kuning, dan oranye yang indah. Di musim dingin, kanal terkadang membeku dan desa berubah menjadi negeri ajaib musim dingin.*

 

Sumber: brainberries