Gereja Zebaoth, Kebaktiannya Pernah Berbahasa Belanda

gereja zebaoth
Selama masa Pemerintah Hindia Belanda sampai tahun 1962, Gereja Zebaoth di Jalan Ir H Juanda Kota Bogor mempergunakan bahasa Belanda sebagai pengantar ibadah. (Irwan Akhmad/Bandung Klik). *

 

BandungKlik – Gereja Zebaoth tercatat sebagai salah satu bangunan cagar budaya. Sampai tahun 1962, kebaktian di gereja ini masih mempergunakan bahasa Belanda sebagai pengantar ibadah.

Peletakan batu pertama pembangunan gereja dilakukan oleh Gubernur Jenderal ke-61 JP Graaf van Limburg pada 30 Januari 1920. Bangunan ini diberi nama “Konigin Wilhelmina Kerk”. Namun, masyarakat setempat menyebutnya gereja ayam (hanekerk). Hal ini mengacu pada patung ayam yang ditempatkan di puncak menara.

Gereja Zebaoth terletak di Jalan Ir H Djuanda Kota Bogor. Di sebelah timur dan utara berbatasan langsung dengan Istana Bogor. Sedangkan di selatan berbatasan dengan Kebun Raya Bogor. Berdiri di atas lahan 5.154 meter persegi, bangunan berarsitektur unik ini punya luas mencapai 868 meter persegi.

Gaya arsitektur khas di masa kolonial melekat pada bangunan ini. Di bagian pintu muka dan samping terdapat kanopi permanen. Bangunan yang dirancang simetris ini punya menara yang menjulang di bagian depan. Motif hiasnya geometrik berbentuk segiempat, motif flora dan dilengkapi kaca patri. Di dalam ruangan ada mimbar, altar dan salib.

Tercatat, selama Pemerintah Hindia Belanda, empat Gubernur Jenderal menginjakkan kakinya di gereja ini sebelum pendudukan Jepang. Mereka adalah Dirk Fock (1921 – 1926), Andries Cornelis Dirk de Graeff (1926 – 1931), Bonifacius Cornelis de Jonge (1931 – 1936) dan Alidius Tjarda van Starkenborgh Stachouwer (1936 – 1942).

Pengantar bahasa Belanda

Dikutip dari laman cagarbudaya.kemdikbud.go.id, selama pemerintahan Hindia Belanda, gereja ini diperuntukan khusus bagi orang-orang Eropa. Karena mempergunakan bahasa Belanda sebagai pengantar ibadah, gereja ini disebut Nederlansche Spreken Gemeente (Jemaat berbahasa Belanda). Bahkan hal ini berlangsung hingga tahun 1962. Sedangkan bagi umat non-Eropa beribadah di gereja bethel di Jalan Sudirman Kota Bogor dengan pengantar berbahasa Indonesia.

Nama Zebaoth mulai digunakan pada 1963. Nama ini pemberian Pendeta Mattimoe pada upacara Paskah tahun tersebut. Zebaoth berasal dari bahasa Ibrani yang berarti “Balatentara Tuhan” dan “Tuhan segala kekuatan”.

Pada 1985, tempat ibadah umat Kristiani Protestan ini pernah dipugar oleh Majelis Jemaat GPIB di bawah pimpinan Pendeta Naiola pada 4 Desember 1985. Tahun ini bangunan gereja tepat berusia 100 tahun, masih nampak kokoh dan anggun. *

Silakan baca:

Warenhuis de Vries, Toko Serbaada Pertama di Bandung