Gedung de Vries, Toko Serbaada Pertama di Bandung

Warenhuis de Vries
Menara Warenhuis de Vries menjadi salah satu penanda di pertigaan Jalan Braga dan Asia Afrika Kota Bandung. (Irwan Akhmad/Bandung Klik).*

 

BandungKlik Warenhuis de Vires tercatat sebagai toko serbaada pertama di Kota Bandung. Akan tetapi, sekarang sudah beralih fungsi menjadi kantor perbankan. Orang Bandung kebanyakan menyebutnya Gedung de Vries.

Terletak di Jalan Asia Afrika No. 81 Kota Bandung, bangunan Warenhuis de Vries dirancang oleh Edward Cuypers pada tahun 1909. Gaya arsitekturnya klasik Eropa dengan penanda khasnya menara di bagian sudut timur bangunan. Sebelum direnovasi, bangunan awalnya yang dibangun tahun 1895 bergaya arsitektur Oud Indische Stijl dengan ciri utamanya banyak kolom besar.

Sudi kiranya menengok, di bagian muka bangunan tertera tulisan “Landbouw Benoodigdheden Import Commissionairs Venduhouders Warenhuis de Vries Export Kunst Boek – Paper Handel”. Tulisan yang dicetak kapital tersebut kira-kira bermakna: Gedung de Vries adalah tempat yang dibangun pemiliknya untuk kegiatan macam-macam perniagaan.

Sesuai dengan hal itu, toko ini dulu menyediakan berbagai macam keperluan sehari-hari mulai dari peralatan dapur, makanan dan minuman, sepatu hingga parfum. Nama toko diambil dari nama pemiliknya yaitu Klaas de Vries.

Konon, menurut catatan, de Vries adalah orang Eropa ke-1.500 yang datang ke Bandung pada tahun 1899. Dalam kegiatan usahanya, Klaas de Vries dibantu oleh kemenakannya Jan R de Vries, dan dua orang pribumi bernama Karta dan Atmo.

Pada zaman Belanda, Gedung de Vries menjadi tempat bersantai para elite Belanda sebelum akhirnya pindah ke gedung Societeit Concordia (kini Gedung Merdeka). Kabarnya, kepindahan mereka semata-mata karena Warenhuis de Vries dianggap terlalu kecil. Di sisi lain, anggota komunitas superklub tersebut semakin banyak. Dalam perjalanannya, bangunan cagar budaya ini pernah berfungsi sebagai pertokoan modern, toko mebel hingga diskotek. *

Silakan baca:

Gedung Sate Pembangunannya Habiskan 6 Juta Gulden