Gedung Bank Indonesia Bandung, Kaya Ornamen Eropa

javasche bank indonesia bandung
Gedung de Javasche Bank Bandung/ Bank Indonesia cabang Bandung. (Irwan Akhmad/Bandung Klik).*

 

BandungKlik – Di ujung utara Braga, tepatnya di perpotongan Jalan Watukancana dan Jalan Perintis Kemerdekaan Kota Bandung berdiri kokoh gedung anggun. Inilah Gedung Bank Indonesia cabang Bandung.

Dulu, gedung peninggalan kolonial Belanda itu bernama de Javasche Bank. De Javasche Bank pertama kali dibuka resmi pada 30 juni 1909. Waktu itu bentuk bangunan masih terbilang sangat sederhana.

Rupanya, awal pendirian bank ini lantaran kekhawatiran pemerintah Hindia Belanda atas ekspansi Inggris. Pemerintah Hindia Belanda merasa perlu melakukan “penyelamatan” dengan membangun cabang de Javasche Bank di “pedalaman” dan menjauhkannya dari Batavia (Jakarta).

Dalam keterkaitan ini, Presiden ke-10 de Javasche Bank J Reijsenbach mengajukan permohonan kepada Dewan Militer Hindia Belanda. Permohonan itu diajukan pada 1902 untuk membuka kantor cabang di Bandung.

Tahun 1906, direksi de Javasche Bank menerima surat dari Gubernur Jenderal Hindia Belanda. Isinya penyerahan sebidang tanah seluas 10.460 meter persegi untuk de Javasche Bank di Desa Kejaksangirang. Akhirnya, Kantor Cabang de Javasche Bank resmi dibuka di sudut tenggara simpang Bragaweg (kini Jalan Brga) dan Lanraadweg (Jalan Perintis Kemerdekaan).

Silakan baca:

Pendopo Bandung, Lokasinya Dipilih Langsung “Dalem Kaum”

Bangunan permanen Kantor Cabang de Javasche Bank mulai dibangun pada 1915 berdasarkan hasil rancangan Biro Arsitek Hulswitt, Fermont en Cuypers. Gedung mulai dipergunakan pada 5 Mei 1918.

Gedung de Javasche Bank Bandung memiliki bentuk simetris dari berbagai sudut pandang. Unsur dekorasinya didominasi gaya renaisans. Ornamen kolom silindrisnya bergaya doric.

Penggunaan balustrade di sekeliling atap merupakan ciri khas bangunan hasil rancangan biro arsitek ini. Di bagian tengah atap terdapat cupola yang cukup besar dan berkaca pada empat sisinya. Ujung atapnya diberi lentera tetapi sekarang sudah tidak ada.

Ciri khas lain gedung ini antara lain berupa pemakaian dekorasi garis lurus horizontal (naat) sepanjang dinding bangunan. Bagian pintu masuk diperkuat oleh kolom ganda dan diberi tympanum (sopi-sopi) tangga langsung menuju lantai atas yaitu lantai utama gedung.

De Javasche Bank, termasuk cabang Bandung dilikuidasi pada masa pendudukan pemerintah Jepang dan diaktifkan kembali pada 9 Mei 1946. Pada 1951, Pemerintah Indonesia mengambil alih Javasche Bank dan diresmikan sebagai Bank Indonesia pada 1953. *

Silakan baca:

Bioskop Majestic, Hanya untuk Kalangan Elite Eropa