BandungKlik – Film KKN di Desa Penari berhasil mencatatkan rekor tersendiri, yakni sudah ditonton lebih dari dua juta penonton dalam enam hari.

Ini sekaligus menjadi bukti film horor Indonesia kembali “unjuk gigi” dan selalu menyedot antusiasme masyarakat nonton di bioskop. Tayang perdana pada 30 April 2022, film yang disutradarai Awi Suryadi menambah kehangatan suasana Idulfitri 1443 Hijriah.

Sebetulnya, film berdurasi 121 menit tersebut dijadwalkan tayang perdana pada 19 Maret 2020 lalu diundur pada 24 Februari 2022. Konon, mundurnya jadwal tayang film ini oleh karena pandemi Covid-19.

Dikutip dari akun resmi @kknmovie, saat tayang perdana jumlah penonton lebih dari 200 ribu orang hingga pukul 15.00. Total penonton di hari perdana tayang mencapai 315.486 orang. Rinciannya di XXI 170.179 penonton (53,94%), CGV 78.610 penonton (24,92%), Cinepolis 40.908 penonton (12,97%), dan bioskop lainnya 25,789 penonton (8,17%).

Jumlah penonton film horor kaya pesan moral ini terus bertambah hingga di hari keenam tayang mencapai 2.010.137 orang sudah bertemu Badarawuhi.

KKN di Desa Penari diadaptasi dari sebuah kisah yang sempat viral tiga tahun silam. Saat itu, akun Twitter anonim bernama @SimpleM81378583 mengunggah kisah horor dan menjadi viral, bahkan menduduki peringkat pertama trending Twitter Indonesia.

Jadi, kapan Anda akan bertemu Badarawuhi? Jangan sampai terlambat!

Sinopsis

KKN di Desa Penari mengisahkan enam mahasiswa yang sedang KKN (Kuliah Kerja Nyata) di desa terpencil. Mereka adalah Nur, Widya, Ayu, Bima, Wahyu, dan Anton. Mereka sedikit pun tak pernah mengira kalau desa yang mereka pilih ternyata bukanlah desa seperti pada umumnya.

Sang kepala desa, Pak Prabu, mewanti-wanti mereka supaya tidak melewati batas gapura terlarang selama beraktivitas di desa tersebut. Mungkin tempat misterius itu ada hubungannya dengan penari cantik yang mulai mengganggu Nur dan Widya.

Keanehan desa terpencil itu mulai dirasakan, salah satunya berdampak pada sikap Bima yang berubah dan tidak seperti biasanya. Alhasil, program KKN mereka jadi berantakan.

Rupanya, penghuni gaib di desa itu pun tidak menyukai kehadiran para mahasiswa. Akhirnya, Nur menemukan fakta bahwa salah seorang di antara mereka telah melanggar aturan paling fatal di desa tersebut. Hal ini mengundang teror sosok penari misterius sehingga membuat suasana semakin menyeramkan.

Demi ketenangan, mereka mengambil langkah pintas dengan meminta pertolongan Mbah Buyut–dukun setempat. Namun, usaha mereka terlambat, bahkan terancam tidak bisa pulang dengan selamat dari desa yang dikenal sebagai desa penari.

Pemeran

Tissa Biani Azzahra (Nur), Achmad Megantara (Bima), Calvin Jeremy (Anton), Adinda Thomas (Widya), Aghniny Haque (Ayu), Fajar Nugraha (Wahyu), Kiki Narendra (Pak Prabu), Aulia Sarah (Badarawuhi), Aty Cancer (Bu Sundari), Diding “Boneng” Zeta (Mbah Buyut), Dewi Sri (Mbah Dok).

Sutradara: Awi Suryadi, Produser Manoj Punjabi, Penulis Lele Laila & Gerald Mamahit, Penata Musik: Ricky Lionardi. *

Silakan baca:

Film Berbahasa Sunda Before, Now & Then Masuk Berlinale

Film “Kembali ke Desa” Ingatkan Arti Penting Desa