Festival Bau Nyale 2021 Tetap Digelar Meski Pandemi

Festival Bau Nyale
Prosesi malam ritual mencari cacing laut di Festival Bau Nyale 2020. (dok. Kemenparekraf)

 

BandungKlik – Festival Bau Nyale 2021 dipastikan akan tetap digelar meski dalam situasi pandemi Covid-19. Ritual tradisional menangkap cacing di laut Pantai Selatan Kabupaten Lombok Tengah, NTB ini, sudah rutin digelar setiap tahun pada hari ke 20 setelah bulan purnama, di bulan ke 10 kalendar Suku Sasak atau sekitar Februari.

Pelaksanaan festival yang sudah masuk dalam Kalender Event Nasional dan termasuk Wonderfull Event Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI tersebut, akan dilaksanakan tanpa ada acara seremonial atau hiburan akibat dampak dari pandemi Covid-19.

Menurut Sekretaris Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lombok Tengah, H. M. Lendek Jayadi menuturkan, pemerintah daerah telah melakukan rapat koordinasi dengan semua pihak. Termasuk tokoh budayawan guna menyerap aspirasi masyarakat.

“Bau Nyale tahun 2021 ini tetap dilaksanakan, namun tanpa hiburan,” ungkap Lendek, Rabu 6 Januari 2021 lalu, dikutip dari laman disbudpar.ntbprov.go.id.

Dengan adanya pandemi, pelaksanaan Festival Bau Nyale 2021 tidak dilaksanakan seperti tahun sebelumnya yang digelar dengan disertai berbagai kegiatan hiburan. Hal itu dilakukan untuk mencegah adanya kerumunan massa dan mengantisipasi penyebaran Covid-19.

“Bau Nyale tahun ini diserahkan kepada masyarakat, karena ini merupakan tradisi yang harus tetap dilakukan,” sambung Lendek.

Lendek menambahkan, pemerintah daerah juga tidak terlibat dalam penentuan acara puncak Bau Nyale kali ini. Semua tergantung dari masyarakat setempat yang melaksanakan tradisi tersebut.

Silakan baca: Inilah Kalender Event NTB 2021, MotoGP Salah Satunya!

“Kapan puncak Bau Nyale itu tergantung dari masyarakat yang melaksanakan. Kalau ada sangkep warige masyarakat yang menentukan, bukan pemerintah. Tahun ini Bau Nyale ala Covid-19 atau seperti zaman dulu, hanya aktivitas Bau Nyale di laut,” pungkasnya.

Terkait hal ini, Kepala Dinas Pariwisata NTB, H. Lalu Moh Faozal tengah merumuskan beberapa langkah untuk pelaksanaan event tersebut. Rencananya akan dilaksanakan secara hybrid, yaitu rangkaian event ini akan dikemas secara virtual (online). Tentunya juga akan menampilkan aktivitas masyarakat yang melaksanakan ritual Bau Nyale sebagai puncak pelaksanaan.

Langkah tersebut bertujuan agar penguatan promosi event berskala nasional ini tetap baik dan mampu menarik minat wisatawan untuk datang ke Nusa Tenggara Barat (NTB).*