BandungKlik – Terletak di Al Baida, Wadi al Jinn atau lebih dikenal Jabal Magnet merupakan salah satu lembah paling aneh dan paling menarik di Arab Saudi.

Sekira 30 kilometer di barat laut Madinah, lembah ini benar-benar tempat yang misterius. Dalam perjalanan ke lembah, Anda bakal menyaksikan mobil Anda yang ditempatkan pada mode netral, mulai bergerak menanjak. Mobil perlahan menambah kecepatan, bahkan bisa melaju hingga 120 km/jam ketika menanjak sekitar 12 – 13 kilometer.

Tak hanya itu, jarum penunjuk kompas juga tidak bekerja sebagaimana mestinya. Arah utara dan selatan menjadi kacau sehingga sukar menentukan arah dengan tepat.

Ada banyak teori tentang mengapa mobil bergerak menanjak tanpa gaya eksternal yang jelas. Beberapa berpendapat mengatakan, lembah itu dihuni oleh makhluk gaib yang disebut jin. Sementara pendapat lain mencoba menjelaskannya melalui sains dan ada pula yang mengatakan bahwa itu hanyalah ilusi optik.

Dikutip dari zamzam.com, para ahli geologi menyebut fenomena ini sebagai “gravitasi terbalik”. Ini adalah fenomena alam yang bisa terjadi di pegunungan berbatu. Ada gaya magnet tinggi yang menarik mobil dan roda. Namun, satu hal yang masih membingungkan, benda tersebut bergerak ke atas, bukan ke bawah.

Para ilmuwan juga telah mencoba untuk memecahkan misteri Wadi al Jinn dan mengklaim fenomena serupa terjadi di wilayah lain di Arab Saudi, termasuk bagian selatan Najran dan Asir.

Atraksi

Jabal Magnet memang masih menyimpan misteri yang telah menarik dan memesona orang-orang dari seluruh dunia. Tempat ini banyak dikunjungi para pelancong dan turis untuk berkemah di pinggir jalan terutama pada akhir pekan.

Perjalanan menuju kawasan Jabal Magnet dipenuhi perkebunan kurma dan hamparan bukit bebatuan.

Pada musim haji, Jabal Magnet kerap menjadi salah satu destinasi yang didatangi para jemaah dan selalu datang berbondong-bondong. Pesona dan misteri terbesar lembah ini tentu saja mobil bergerak di jalan tanpa pengemudi menyentuh kemudi.

Lembah Wadi al Jinn dikelilingi perbukitan di tiga sisinya dan berbentuk seperti telur. Ini menawarkan pemandangan yang menakjubkan tanpa adanya permukiman dan terhampar di bawah langit biru yang jernih.

Alkali basaltik

Secara geologis, fenomena Jabal Magnet dapat dijelaskan dengan logika. Kota Madinah dan sekitarnya berdiri di atas Arabian Shield tua yang sudah berusia 700-an juta tahun. Kawasan tersebut, dikutip dari laman kemenag.go.id, berupa endapan lava alkali basaltik (theolitic basalt) seluas 180 ribu kilometer persegi. Endapan ini berusia lebih muda, yaitu muncul 10 juta tahun silam dengan puncak intensitas 2 juta tahun silam.

Lava yang bersifat basa itu muncul ke permukaan bumi dari kedalaman 40-an kilometer melalui zona rekahan sepanjang 600 kilometer. Zona ini dikenal sebagai “Makkah-Madinah-Nufud Volcanic Line”. Wallahualam.*

Silakan baca:

Madain Saleh, Negeri Batu Peninggalan Bangsa Arab Kuno

Al Ahsa Arab Saudi, Oasis Terbesar di Dunia