Fakta Tembok Berlin yang Runtuh 9 November 1989

tembok berlin
Bangunan Tembok Berlin di Jerman. (dok. europeana.eu).*

 

Tembok Berlin bukan sekadar pemisah. Namun, punya histori dan nilai kebebasan yang diingat oleh banyak orang dan menjadi perhatian dunia internasional.

 

BandungKlik – Tembok Berlin memang sudah runtuh, 9 November 1989, tepat hari ini 32 tahun lalu. Ada banyak kisah di balik dinding pemisah Jerman Barat dan Jerman Timur itu. Berikut fakta-faktanya, dikutip dari berbagai sumber.

Dibangun untuk membendung pembelotan massal

Pemerintah Komunis Republik Demokratik Jerman (GDR atau Jerman Timur) mulai membangun kawat berduri dan beton “Antifascistischer Schutzwall” atau “Benteng Antifasis” pada 13 Agustus 1961. Benteng ini membentang antara Berlin Timur dan Barat.

Tujuan resmi Tembok Berlin adalah untuk mencegah fasis Barat memasuki Jerman Timur dan merusak negara sosialis. Akan tetapi, tujuan utamanya adalah membendung pembelotan massal dari Timur ke Barat.

Pemisahan Berlin

Ketika Perang Dunia II berakhir pada 1945, sepasang konferensi perdamaian Sekutu di Yalta dan Potsdam menentukan nasib wilayah Jerman. Mereka membagi negara yang kalah menjadi empat “zona pendudukan Sekutu”. Bagian barat menyeberang ke Amerika Serikat, Inggris Raya dan Prancis, sedangkan bagian timur ke Uni Soviet.

Simbol Perang Dingin

Ketua Partai Komunis Jerman Timur mengumumkan bahwa warga GDR dapat melintasi perbatasan kapan pun mereka mau pada 9 November 1989. Pengumuman tersebut disambut gembira dan banyak orang memenuhi dinding. Banyak yang menyeberang dengan bebas ke Berlin Barat. Sementara itu, banyak pula warga yang membawa palu dan beliung dan mulai menghancurkan tembok tersebut. Derek dan buldoser turut merobohkan bagian demi bagian.

Hingga hari ini, Tembok Berlin dinilai sebagai salah satu simbol Perang Dingin yang paling kokoh dan bertahan lama.

Tank Amerika versus Soviet

Pada 22 Oktober 1961, terjadi pertengkaran antara penjaga perbatasan Jerman Timur dan seorang pejabat Amerika dalam perjalanannya ke Berlin Timur. Kejadian ini hampir menyebabkan seperti apa yang disebut “a nuclear-age equivalent of the Wild West Showdown at the O.K. Corral.” Hari itu, tank Amerika dan Soviet berhadapan di Checkpoint Charlie selama 16 jam.

Meskipun Berlin seluruhnya terletak di dalam bagian Soviet negara itu, perjanjian Yalta dan Postdam membagi kota menjadi sektor-sektor yang sama. Soviet mengambil bagian timur, sementara Sekutu lainnya mengambil bagian barat. Pendudukan empat arah Berlin dimulai pada Juni 1945.

Klik halaman berikutnya >>