Fakta Pekan Olahraga Nasional, Ada yang Batal karena G30S

PON Pekan Olahraga Nasional
Pertandingan cabang olahraga biliar PON XIX/2016 Jawa Barat. (Irwan Akhmad/ Bandung Klik).*

 

BandungKlik – Pekan Olahraga Nasional (PON) sudah 18 kali digelar sepanjang sejarah sejak 1948. Kini, multievent olahraga terbesar di tanah air ini memasuki edisi ke-XX dan Provinsi Papua menjadi tuan rumah penyelenggara.

PON XX berlangsung pada 2-15 Oktober 2021, tetapi beberapa cabang olahraga sudah dipertandingkan sebelum pembukaan resmi, bahkan sejumlah atlet atau kontingen sudah ada yang meraih medali.

Sepanjang penyelenggaraan, ternyata Pekan Olahraga Nasional menyimpan fakta-fakta menarik. Apa saja? Yuk, simak uraian singkat berikut ini.

Pertama kali digelar berdasarkan karesidenan

Sebelum digelar berdasarkan kontingen provinsi mulai 1951, Pekan Olahraga Nasional diselenggarakan dengan peserta atau kontingan berdasarkan karesidenan. Hal ini hanya terjadi pada edisi perdana pada 1948 yang digelar di Karesidenan Surakarta. Edisi perdana ini sekaligus mencatatkan peserta/ kontingen paling sedikit, yaitu 13 kota/ karesidenan.

Baru ada empat juara umum

Sejak edisi I hingga XIX penyelenggaraannya baru ada empat kontingen yang menjadi juara umum. Kontingen tersebut adalah Karesidenan Surakarta (I), Jawa Barat (II,III, V, XIX), DKI Jakarta (IV, VII, VIII, IX, X, XI, XII, XIII, XIV, XVI, XVIII), dan Jawa Timur (XV, XVII). Apakah PON XX/2021 Papua akan melahirkan juara umum baru?

Silakan baca: 

Aplikasi Papua Tourism Dukung PON XX 2021

5 Destinasi Wisata Alam di Papua, Wajib Dikunjungi!

Sudah digelar di lima pulau terbesar di Indonesia

PON XX/2021 Papua mengisyaratkan bahwa penyelenggaraan pesta olahraga nasional ini sudah berlangsung di lima pulau terbesar di Indonesia. Sebelumnya, PON digelar di Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, dan Kalimantan. Empat provinsi di Pulau Jawa pernah menjadi tuan rumah, yaitu Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI Jakarta, dan Jawa Barat.

Di Pulau Sumatera, PON pernah berlangsung di Sumatera Utara, Sumatera Selatan dan Riau. Mendatang, PON XXI/2024 akan kembali digelar di Pulau Sumatera, tepatnya Sumatera Utara dan Aceh. Penyelenggaraan PON di Pulau Sulawesi pernah berlangsung di Sulawesi Selatan, sedangkan di Pulau Kalimantan digelar di Kalimantan Timur.

PON VI/1965 batal karena G30S

PON VI menjadi satu-satunya yang dibatalkan penyelenggaraannya. Penyebab utamanya adalah adanya peristiwa G30S di Jakarta yang saat itu akan menjadi tuan rumah. Tentu saja, pembatalan ini demi keamanan dan keselamatan kontingen yang berpartisipasi.

Kenyataannya, PON VI juga tidak diundur karena penyelenggaraan berikutnya yakni PON VII/1969 berlangsung di Jawa Timur. Berbeda dengan PON XX Papua yang seharusnya digelar tahun 2020 diundur tahun 2021 karena pandemi Covid-19. *

Silakan baca: 

Hari Ini 9 September 1948: PON I Digelar di Surakarta

Esports Jadi Cabor Ekshibisi di PON XX Papua 2021