BandungKlik – Masjid Al-Aqsa di Yerusalem merupakan sebuah kompleks seluas 144.000 meter persegi di Kota Lama Yerusalem. Namun, ada delapan fakta Masjid Al-Aqsa yang jarang diketahui oleh banyak orang. Apa saja?

1. Bukan hanya satu masjid

Sebenarnya ada beberapa masjid di situs yang kita kenal sebagal Masjid Al-Aqsa. Kita cenderung menganggap Masjid Al-Aqsa sebagai bangunan di sudut paling selatan masjid. Kenyataannya, itulah Masjid Qibali. Disebut demikian karena paling dekat dengan kiblat.

Seluruh kompleks ini dikenal sebagai Masjid Al-Aqsha yang Diberkati. Hal ini juga disebut sebagai Al-Haram ash-Sharif (Tempat Suci yang Mulia).

2. Disebutkan dalam Alquran

Faktanya, Kakbah dan Masjid Al-Aqsa adalah dua masjid yang disebutkan dalam Alquran. Keduanya, bahkan dirujuk berdampingan ketika Allah SWT berfirman tentang Perjalanan Malam dan Kenaikan (Isra Mikraj):

“Maha Suci Dia yang memperjalankan hamba-Nya pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang sekelilingnya Kami berkahi, untuk menunjukkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (Alquran Surah Al-Isra, 17:1).

3. Dome of the Rock yang asli sangat berbeda

Kubah Batu dibangun oleh penguasa Ummayad Abdul Malik bin Marwan. Awalnya terbuat dari kayu dengan penutup kuningan, timah atau keramik. Kubah ikonik yang kita semua tahu dibangun hampir seribu tahun kemudian pada masa pemerintahan Ottoman. Lapisan emas khas ditambahkan ke kubah bersama dengan ubin Ottoman ke fasad bangunan.

4. Kompleks ini juga merupakan tempat pemakaman

Meskipun tidak ada catatan akurat tentang siapa dan berapa banyak yang telah dimakamkan di sana, tanah pemakaman Al-Haram as-Sharif adalah tempat peristirahatan bagi banyak nabi dan sahabat Nabi Muhammad Saw.

Misalnya, Ubada ibn Samir (Ra), seorang hakim Islam pertama di Masjid Al-Aqsa, dimakamkan di Pemakaman Bab ar-Rahmah. Ini adalah pemakaman ketiga paling menonjol di dunia Islam, setelah dua pemakaman terkenal di Mekah dan Madinah.

5. Pernah ada mimbar legendaris

Imad ad-Din Zengi—seorang anggota dinasti Zengid Turki—memiliki mimbar khusus yang dibangun untuk dipasang di Masjid Al-Aqsa. Mimbar ini tak hanya estetik, tetapi juga dibuat tanpa menggunakan paku atau lem sedikit pun.

Sayangnya, Imad ad-Din tidak hidup untuk melihat kemenangan, tetapi anak didiknya Salahuddin memenuhi keinginan gurunya. Setelah membebaskan Yerusalem untuk kedua kalinya dalam sejarah Islam, ia memasang mimbar.

6. Situs ini pernah digunakan sebagai tempat pembuangan

Ketika bangsa Romawi mengusir orang-orang Yahudi dari kota, sebagian besar penduduk Romawi menggunakan area Masjid Al-Aqsha sebagai tempat pembuangan sampah. Ketika Umar bin Khatab (Ra) membuka kota untuk Islam, dia membersihkan sampah dengan tangan kosong.

Dia juga mengakhiri pengasingan orang-orang Yahudi selama berabad-abad, memberikan keluarga pengungsi hak untuk tinggal di Yerusalem sekali lagi.

7. Al Ghazali tinggal dan menulis karya terbesarnya di sana

Salah seorang cendekiawan paling terkenal dalam sejarah Islam—Imam Abu Hamid Al Ghazali—menghabiskan masa hidupnya di Masjid Al-Aqsha. Inilah tempat ia menulis karya terbesarnya, Ihya Ulum Al-Din.

(muslimhands.org.uk).*

8. Sudah habis terbakar

Pada 1969 seluruh Masjid Qibali dibakar. Masjid tersebut telah dibangun kembali, tetapi insiden masa lalu menunjukkan betapa pentingnya menjaga situs tersuci ketiga dalam Islam. *

Silakan baca:

Masjid Al Haram, Sekelumit Sejarah dan Ibadah Haji

 

Sumber: muslimhands.org.uk