Fakta dan Rahasia Patung Liberty, Hadiah hingga Angka 7

patung liberty
Patung Liberty di New York, Amerika Serikat. (unesco.whc.org).*

 

Patung Liberty di New York, Amerika Serikat, tercatat sebagai salah satu monumen paling terkenal di dunia.

 

BandungKlik – Di balik ketenarannya itu, ternyata patung tersebut menyimpan banyak fakta yang tak banyak diketahui masyarakat dunia. Siapa pun yang mengunjungi New York mungkin dapat melihatnya, tetapi tidak semua orang tahu patung itu hadir dalam ratusan keping.

Ya, hadiah dari Prancis, Patung Liberty menjadi tengara luar biasa yang kaya akan nilai sejarah. Apa saja faktanya?

1. Terdiri dari 350 keping

Pada 17 Juni 1885, Patung Liberty tiba di Amerika Serikat dalam 350 keping tembaga dan besi. Kepingan-kepingan tersebut dikemas dalam 214 peti dan dibongkar di pelabuhan Kota New York. Kenyataannya, potongan-potongan yang tersebar itu kelak menjadi landmark paling ikonik di dunia.

2. Lengan dan obor tiba lebih awal

Dikutip dari Medium, lengan dan obor Liberty tiba lebih awal ketimbang bagian tubuh lainnya. Pada 1876, lengan dan obor yang tiba lebih dulu itu dipamerkan di Centennial Exposition, Philadelphia. Tujuannya untuk mengumpulkan dana guna menyelesaikan pembangunan patung.

Tak lama berselang, lengan dipindahkan ke Madison Square Park untuk menghasilkan dana lebih lanjut penyelesaian konstruksi.

3. Bagian tubuh lainnya datang pada 1885

Sisa tubuh Patung Liberty tiba pada 1885 atau satu dekade setelah obor dan lengan. Setiap bagian dikumpulkan dan disatukan serta diamankan dengan kerangka besi dan balok kayu yang kokoh.

Sebermula, patung akan diresmikan pada September 1886. Namun, karena proses konstruksi yang rumit dan detail, Liberty baru resmi menyapa dunia pada Oktober 1886.

4. Kampanye penggalangan dana pertama dalam sejarah

Pemerintah Amerika Serikat tidak mensponsori Patung Liberty. Faktanya, ia dibangun di atas dolar yang dikumpulkan warga melalui kampanye penggalangan dana.

Frederic Auguste Bartholdi, sang pemahat Liberty, menggumpulkan dana di Prancis. Setelah rampung, ia menawarkannya sebagai hadiah kepada Amerika Serikat dengan syarat membuatkan alasnya (pedestal). Namun, syarat itu tak disetujui pemerintah federal.

Seorang raja surat kabar, Joseph Pulitzer, akhirnya turun tangan. Ia menggalang dana besar-besaran untuk membiayai pembangunan tersebut. Alhasil, Pulitzer dapat mengumpulkan dana dari lebih 120 ribu donatur.

Silakan baca: Fakta dan Rekor Burj Khalifa, Gedung Tertinggi di Dunia

Klik halaman berikutnya