Eco.J Jogja Produksi Batik Ecoprint Ramah Lingkungan

batik ecoprint
Ragam produk batik ecoprint dari Eco.J Yogyakarta.

 

BandungKlik – Ecoprint berasal dari kata ‘eco’ atau ekosistem yang berarti lingkungan hayati atau alam dan ‘print’ artinya cetak. Sistem dengan menjiplak dedaunan dan kemudian merebusnya, mirip seperti proses pembuatan batik, maka sering juga disebut batik ecoprint.

Motif yang dihasilkan oleh sistem ecoprint tersebut lebih kontemporer dibandingkan batik yang digambar ataupun dicetak dengan motif batik yang klasik. Batik ecoprint lebih ramah lingkungan karena tekstil yang digunakan tidak menimbulkan pencemaran lingkungan.

Di indonesia sendiri sudah banyak pengrajin batik yang menggunakan cara ecoprint. Salah satunya Eco.J di Kampung Karangkajen, Kecamatan Mergangsan, Yogyakarta. Kiprahnya, berawal dari taman bacaan masyarakat sekitar. Kemudian berkembang menjadi tempat produksi batik eco-print.

Silakan baca: Ikuti Workshop Ecoprint di Alam Santosa! Ulin Sambil Sapa Lingkungan

Faktor pendorongnya, masyarakat sekitar membutuhkan skill terapan yang dapat menunjang ekonomi, maka dari itu dibuatlah Eco.J. Kehadiran Eco.J juga turut membantu petani teh lokal karena hasil tehnya digunakan sebagai pewarna dasar dari produk batik Eco.J.

Kiprah Eco.J

Upaya yang dilakukan Eco.J pun berhasil. Banyak peminat batik ecoprint berdatangan, tidak hanya dari Indonesia namun juga dari mancanegara.

“Kami pernah mendapatkan pesanan untuk ke Amerika dan Belanda, bule kebanyakan suka dengan kerajinan tangan dan batik ini sangat cocok untuk hadiah Natal dan perayaan lainnya. Selain menjual batik, kami juga menjual jasa pelatihan untuk membuat batik eco-print ini dan kita menanam serta menjual daun teh beserta bibitnya,” tutur Indra Suryanto selaku Ketua Koordinasi Eco.J.

Eco.J memproduksi beragam batik dan kerajinan lainnya dengan harga kain berkisar Rp. 275.000 hingga Rp. 450.000. Kini di Eco.J tidak hanya fokus produksi, namun juga membuka workshop bagi masyarakat umum yang ingin belajar tentang proses pembuatan kain motif ecoprint.

Workshop itu pun rupanya juga menjadi manfaat bagi kelompok dan menjadi daya tarik wisata. Kesuksesan Eco.J ini terbukti telah mampu membuat masyarakat semakin mandiri dan menambah penghasilan bagi anggota.

Silakan baca: Batik Paoman Indramayu, Identik dengan Motif Unsur Laut

Seperti pada tahun 2021 ini, Eco.J telah melakukan beberapa pelatihan secara tatap muka di beberapa tempat. Di antaranya di Kelurahan Brontokusuman, Kelurahan Mantrijeron dan Desa Kemalang Klaten.*

 

 

Sumber & Foto: Dispar Kota Yogyakarta