Disparbud Jabar Siapkan Strategi Cegah Klaster Wisatawan

wisatawan pantai pangandaran jawa barat
Pantai Pangandaran, salah satu destinasi wisata favorit di Jabar. (Irwan Akhmad/ Bandung Klik).*

 

BandungKlik – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat menyiapkan strategi untuk mencegah munculnya klaster baru Covid-19 dari wisatawan saat libur Lebaran 2021.

Larangan atau peniadaan mudik yang ditetapkan pemerintah diprediksi meningkatkan kunjungan wisatawan Jabar ke berbagai destinasi wisata.

“Hal ini harus diantisipasi dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat. Agar tidak ada klaster baru kasus Covid-19,” kata Kepala Disparbud Jawa Barat Dedi Taufik, baru-baru ini, dikutip dari Antara, Kamis (6/5/2021).

Dedi mengatakan bahwa pihaknya sudah menggelar rapat khusus secara virtual bersama kepala dinas pariwisata di 27 kota kabupaten di Jawa Barat. Rapat tersebut juga diikuti oleh tim Jabar Digital Service.

Mengingat Covid-19 masih melanda, Dedi khawatir larangan mudik menstimulus lonjakan pengunjung wisatawan Jabar di 108 destinasi wisata unggulan di Jawa Barat. Oleh karena itu, ada sejumlah langkah dan strategi yang disiapkan.

Langkah tersebut antara lain memperkuat penjagaan kapasitas kunjungan wisatawan, pemeriksaan tes antigen, dan mengoptimalkan gugus tugas.

Hingga saat ini, pihaknya terus menyosialisasikan protokol kesehatan di destinasi wisata dan akomodasi. Selain itu, menggelorakan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability) serta memberlakukan uji coba mass tracing QR code di destinasi wisata. Tracing ini untuk memudahkan dalam melacak kontak erat dan mengetahui kapasitas serta kepadatan pengunjung di lokasi wisata.

Sampai saat ini masih berlaku kebijakan pergerakan masyarakat di libur Lebaran ini dibatasi secara aglomerasi wilayah. Maksudnya, masyarakat hanya bisa bergerak di dalam wilayah tertentu.

Aglomerasi Bandung Raya

Untuk wilayah Jawa Barat ada aglomerasi Jabodetabek dan Bandung Raya. Di Bandung Raya masyarakat boleh bergerak di wilayah Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kota Cimahi. Itu pun dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Adapun pelaksanaan tes cepat antigen baik waktu dan lokasi akan dilakukan bersama dengan divisi pencegahan Covid-19 Provinsi Jawa Barat dibantu oleh Dinas Kesehatan kabupaten dan kota yang dikoordinasikan oleh para kepala dinas pariwisata kabupaten dan kota di Jawa Barat.

“Kita harus mengedepankan keselamatan rakyat dan tidak ada klaster baru di libur panjang ini. Harus menjadi komitmen bersama, tidak hanya dari dinas kabupaten dan kota tetapi juga dengan para pelaku wisata,” tutur Dedi.

Diinformasikan pula bahwa tempat wisata di Kabupaten Bandung Barat dan Kota Tasikmalaya ditutup selama libur Lebaran. Sebabnya dua daerah tersebut masuk zona merah penyebaran Covid-19 hingga saat ini. *

Silakan baca: Lebaran, Tempat Wisata di Dua Daerah di Jabar Ditutup

Silakan baca: Kereta yang Beroperasi pada Masa Peniadaan Mudik 2021