BandungKlik – Jemaah haji asal Indonesia yang sudah berada di Madinah sebagian besar menempati hotel bintang 5 dan minimal bintang 3. Hal ini tak lepas dari komitmen Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi untuk memberikan layanan terbaik bagi para jemaah.

Oleh karena itu, lokasinya berada di wilayah ring satu (markaziyah). “Bahkan, seperti tahun sebelumnya, sejumlah jemaah haji Indonesia juga merasakan menginap di hotel bintang 5 selama di Madinah. Di kawasan markaziyah, berdekatan dengan Masjid Nabawi,” kata Kasi Pelayanan Akomodasi Daker Madinah Ali Machzumi, dikutip dari kemenag.go.id, Kamis (6/8/2023).

Lebih lanjut Ali mengatakan, pola penyediaan akomodasi untuk jemaah haji di Madinah ada dua pendekatan. Pertama full musim, dan kedua blocking time atau semi full musim.

“Jemaah haji yang mendapatkan penginapan dengan sistem blocking time bisa dapat pelayanan hotel bintang 5,” ujarnya.

Menurutnya, ada kelebihan dan kekurangan dari sistem blocking time. Jemaah mungkin bisa merasakan hotel bintang 5, tetapi penghuni hotel itu juga banyak jemaah haji yang berasal dari negara lain.

Majmuah—pihak yang ditunjuk pemerintah Arab Saudi untuk membantu pengaturan akomodasi jemaah haji Indonesia selama berada di Madinah, rata-rata memiliki hotel berkelas di Madinah. Harga yang ditawarkan juga kompetitif.

“Sejumlah majmuah memiliki hotel berbintang sehingga jemaah haji dapat tinggal di bintang 5,” kata Ali.

Kendati begitu, Ali mengatakan, fokus PPIH adalah memberikan layanan terbaik kepada para jemaah haji. Layanan terbaik bagi jemaah yang menempati hotel setara bintang 3, 4, maupun 5.

“Pelayanan kepada jemaah salah satunya menyiapakan sejumlah hotel di kawasan markaziyah dekat dengan Masjid Nabawi. Inilah yang kita utamakan untuk jemaah,” kata Ali menjelaskan.

Tahun ini, sekitar 180 ribu jemaah akan menempati hotel dengan sistem sewa full musim. Sementara, 49 ribu jemaah lainnya dengan sistem blocking time. *

Silakan baca:

Madinah Diakui WHO Sebagai Kota Tersehat di Dunia