Deretan Rumah Adat Nusantara dengan Arsitektur Ikonik

rumah adat nusantara
Ilustrasi Rumah Gadang khas MInangkabau, Sumatera Barat. (dok. Kemenparekraf/Shutterstock/DedeDian)

 

BandungKlik – Warisan budaya intelektual Indonesia dapat ditemukan dalam desain arsitektur rumah adat nusantara. Para leluhur bangsa Indonesia sukses memadukan unsur budaya, kebutuhan, serta kondisi alam sekitar dalam wujud arsitektur ikonik rumah adat nusantara hingga melegenda hingga kini.

Hasil dari perpaduan berbagai unsur tersebut tak hanya menampilkan harmonisasi yang indah, namun juga berhasil menciptakan konsep arsitektur yang khas Indonesia. Seperti yang tampak pada desain 7 rumah adat nusantara yang ikonik berikut ini:

Rumah Gadang

Rumah gadang sebagai rumah adat khas Minangkabau, kemegahannya sangat tersohor hingga mancanegara. Dari segi rancang bangunnya, keunikan Rumah Gadang terdapat pada beberapa sisi. Dimulai dari bentuk bangunan keseluruhan yang berbentuk balok segi empat, namun mengembang ke atas dan mengecil ke bawah.

Atap yang disebut “bagonjong” menjadi ikon Rumah Gadang, sekaligus menjadi identitas orang Minang. Bagian atap tersebut berbentuk melengkung tajam di kedua tepinya mirip tanduk kerbau dan diletakkan bertumpuk. Atap lengkung pada rumah gadang ini menjadi simbol dari kemenangan, sementara ornamen di ujungnya memiliki makna hirarki dalam kekuasaan pengambilan keputusan.

Rumah Limas

Rumah Limas merupakan rumah adat nusantara khas Palembang, Sumatera Selatan. Berbentuk rumah panggung dan memiliki beberapa tingkat yang disebut bengkalis dengan makna dan fungsi yang berbeda-beda. Ikon unik dari Rumah Limas terletak pada seni ukiran yang cantik di bagian pintu, dinding, maupun atap rumah.

Bagian atas atap Rumah Limas, tampak ornamen simbar berbentuk tanduk dan melati. Selain sebagai ornamen, simbar ini berfungsi sebagai penangkal petir. Melati melambangkan keagungan dan kerukunan, simbar dua tanduk berarti Adam dan Hawa, tiga tanduk berarti matahari-bulan-bintang, empat tanduk berarti sahabat nabi, dan simbar dengan lima tanduk melambangkan rukun Islam.

Rumah Joglo

Rumah Joglo sebagai rumah adat Jawa memiliki kekhasan pada bentuk atap dan struktur bangunan rumah. Ikon yang menonjolnya, yaitu ornamen-ornamen khas Jawa Tengah berupa ukiran kayu.

Rumah Joglo dibagi menjadi beberapa bagian ruang utama. Diantaranya pendopo, pringgitan, dan omah njero. Ketiga bagian ini mempunyai fungsi yang dibedakan berdasarkan ranah privasi si pemilik rumah. Sedangkan atapnya disangga oleh tiang utama yang dikenal dengan sebutan soko guru.

Silakan baca: Candi Borobudur, Inspirasi Peradaban Manusia

Pada dasarnya bangunan Joglo berdenah persegi empat dan cenderung hampir bujur sangkar. Serta hanya memiliki empat tiang atau pilar utama yang masing-masing mewakili arah angin, barat-utara-selatan-timur.

Rumah Tongkonan

Rumah Tongkonan merupakan rumah adat khas Toraja, Sulawesi Selatan. Nama Tongkonan berasal dari kata tongkon yang berarti duduk bersama-sama. Dalam rumah ini, terdapat ikon unik yaitu bentuk atapnya yang seperti perahu.

Bentuk atap seperti perahu tersebut, memiliki nilai filosofis para leluhur datang menggunakan perahu. Di atap bagian depan rumah adat ini, juga dipasang kepala kerbau. Uniknya, jumlah kepala kerbau di setiap rumah menunjukkan tingginya derajat keluarga yang mendiami rumah tersebut.

Julang Ngapak

Julang Ngapak menjadi salah satu rumah adat yang berasal dari Jawa Barat. Nama Julang Ngapak memiliki makna sebagai burung yang mengepakkan sayap. Identik dengan bentuk atap rumah yang melebar di kedua sisinya. Sepintas tampak seperti burung sedang mengepakkan sayap.

Rumah adat Julang Ngapak juga dilengkapi dengan cagak gunting dan capit hurang di atap rumah. Hal ini berfungsi untuk mencegah air agar tidak merembes ke dalam rumah.

Rumah Panjang

Rumah Panjang berasal dari Kalimantan Timur, dengan bentuk rumah panggung dan modelnya memanjang. Model rumah tersebut didesain dengan mempertimbangkan kondisi alam. Bertujuan untuk menghindari banjir, binatang buas, dan juga musuh. Keunikan lain dari rumah adat ini, terdapat pada bentuk atap rumah menyerupai pelana kuda yang memanjang.

Sementara nilai filosofinya, Rumah Panjang selalu menghadap matahari, sebagai simbol dari kerja keras dalam bertahan hidup. Menariknya lagi, dalam satu Rumah Panjang biasanya tidak hanya dihuni satu keluarga saja, namun diisi beberapa kepala keluarga dari satu keluarga besar dengan jumlah banyak.

Gapura Candi Bentar

Gapura Candi Bentar pada rumah adat khas Bali juga menjadi perhatian dunia. Keunikan rumah adat ini berasal dari perpaduan tradisi Hindu Bali dan Jawa kuno. Selain ukiran dan pahatan, salah satu ikon unik dari Gapura Candi Bentar adalah banyaknya bangunan pada satu lahan yang sama.

Silakan baca: Lais, Seni Akrobatik Tradisional Asal Garut

Pemisahan bangunan tersebut merujuk pada filosofi Tri Hita Karana. Di mana rumah harus menciptakan keseimbangan antara unsur kehidupan manusia, alam, dan spiritual. Di sisi lain, rumah adat ini juga mengusung aturan sakral dalam susunan bangunan. Elemen arsitektur dalam area rumah harus dipenuhi berdasarkan standar mata angin.

Itulah 7 rumah adat nusantara dengan arsitektur ikonik. Namun selain rumah adat nusantara di atas, masih banyak rumah adat lainnya yang bernilai tinggi. Ragam keunikan dari segi arsitektur rumah adat Indonesia ini diharapkan dapat menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia. Dan pastinya menjadi magnet pariwisata Indonesia.*

Sumber: Kemenparekraf