Daya Tarik Desa Wisata Rammang-Rammang Maros

Desa Wisata Rammang-Rammang
Panorama asri Desa Wisata Rammang-Rammang.

 

BandungKlik – Desa Wisata Rammang-Rammang di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan memiliki keunikan dan daya tarik tersendiri. Paling utama, pemandangan menakjubkan pegunungan kars yang disebut-sebut sebagai yang terluas dan terindah ke-2 di dunia.

Desa wisata yang hanya berjarak 32 km atau sekitar 1 jam perjalanan dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar ini, sedang diajukan masuk daftar UNESCO Global Geopark (UGG).

Selain berbekal potensi alam, Desa Wisata Rammang-Rammang juga memiliki daya tarik lain. Seperti seni budaya, kuliner, akomodasi, dan hal-hal lainnya yang unik dan menakjubkan. Berikut ini ada beberapa hal unik yang menjadi daya tarik desa tersebut.

1. Deretan Pegunungan Karst

Panorama indah berupa pegunungan kars (kapur) yang menjulang tinggi menjadi daya tarik utama desa wisata ini. Berbeda dari yang lain, bukit-bukit karst di sana bukan dikelilingi pantai, melainkan sungai dan persawahan.

Sehingga wisatawan dapat sekaligus menikmati pemandangan sungai dan persawahan yang  asri dan menyejukkan. Terlebih saat berkunjung pada pagi hari atau setelah hujan, pemandangan yang disajikannya benar-benar dramatis karena berselimut kabut.

Hal itulah yang menjadi alasan desa ini dinamakan Rammang-Rammang. Dalam bahasa setempat, kata tersebut berarti kabut atau awan.

2. Berperahu di Sungai Pute

Agar tambah seru dan lebih berkesan saat berkunjung ke desa wisata ini, wisatawan harus mencoba sensasi berperahu menyusuri Sungai Pute. Sambil disuguhi pemandangan tanaman bakau, pepohonan nipah, dan tentunya gugusan karst yang menjulang tinggi di sebelah kiri dan kanan.

Silakan baca: Tiga Desa Wisata Wakili Indonesia di Ajang UNWTO Best Tourism Villages 2021

Perjalananan menyusuri sungai tersebut, bisa dimulai dari Dermaga II Desa Rammang-Rammang menuju Kampung Berua. Dengan tarif berperahu sekitar Rp250 ribu untuk 6-8 orang penumpang.

3. Hutan Batu Rammang-Rammang

Kegiatan seru lainnya yang tak boleh terlewatkan, yakni berburu foto ciamik dan instagramable di spot-spot instagenic Hutan Batu. Disebut hutan batu karena hampir seluruh areanya didominasi tebing-tebing batu berongga, menyerupai gua.

4. Tarian Tradisional Paduppa

Potensi seni dan budaya tradisional di Desa Wisata Rammang-Rammang cukup kaya. Salah satunya pertunjukan tarian tradisional khas Bugis-Makassar bernama Paduppa.

Biasanya dipentaskan pada acara penyambutan tamu dengan menyediakan hidangan kue-kue di atas bosara atau piring khas Suku Bugis. Tarian Paduppa ini diperagakan kaum perempuan dengan mengenakan pakaian tradisional khas Makassar, yaitu baju bodo.

5. Oleh-oleh dari Kampung Berua

Setelah puas menikmati panorama alam, wisatawan jangan lupa membeli oleh-oleh khas untuk dibawa pulang. Tersedia beragam produk ekonomi kreatif buatan masyarakat Kampung Berua.

Di antaranya aneka kerajinan anyaman dari daun nipah, atau produk fesyen payet. Ada pula produk kuliner khasnya, seperti abon telur, ikan kambu, dan ikan bandeng presto.

6. Eco-Lodge Rammang-Rammang

Jika wisatawan yang ingin menjelajahi Desa Rammang-Rammang lebih lama, bisa memilih menginap di  Eco-Lodge Rammang-Rammang. Lokasinya berada di bibir Sungai Pute.

Silakan baca: 6 Desa Wisata di Indonesia, Peninggalan Megalitikum

Akomodasi dengan bentuk unik ini, memadukan gaya arsitektur rumah adat dari Lombok dan Bugis yang didominasi unsur kayu dan beratapkan rumbia. Penginapan tersebut dibanderol dengan tarif relatif murah, berkisar 300-600 ribu rupiah per malamnya.*

 

 

 

Sumber & Foto: indonesia.travel