BandungKlik – Earphone boleh jadi termasuk alat kelengkapan teknologi yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Saat jalan-jalan pagi, menyeberang jalan, naik bus, menyeruput kopi di kafe atau sekadar menelepon di kantor, kita akan bertemu beberapa orang yang mendengarkan musik atau berbincang melalui earphone.

Dengan membiarkan earphone dicolokkan pada perangkat untuk mendengar musik, mungkin tidak mengganggu orang-orang di sekitar. Akan tetapi, tentu saja cukup merugikan diri sendiri jika terlalu lama digunakan.

Lantas, bagaimana earphone yang menggelegar merusak telinga?

Earphone menghasilkan gelombang suara sampai ke telinga dan membuat gendang telinga bergetar. Nah, getaran ini menyebar ke telinga bagian dalam melalui tulang-tulang kecil dan mencapai koklea. Ya, koklea adalah ruang di telinga bagian dalam yang berisi cairan dan terdiri dari ribuan “rambut” kecil.

Singkat kata, saat getaran ini mencapai koklea, cairan bergetar membuat rambut juga ikut bergerak. Semakin keras suaranya, semakin kuat getarannya dan semakin banyak rambut yang bergerak.

Seturut laman manipalhospitals, paparan musik keras yang terus-menerus dan dalam jangka waktu panjang membuat sel-sel rambut kehilangan kepekaan terhadap getaran. Terkadang musik keras juga menyebabkan sel-sel menjadi bengkok atau terlipat yang menyebabkan sensasi gangguan pendengaran sementara.

Sel-sel rambut mungkin pulih atau tidak pulih dari getaran ekstrem ini. Namun, ketika pulih, sebagian besar tidak dapat berfungsi secara normal yang dapat menyebabkan gangguan pendengaran. Kabar buruknya, ini bisa menyebabkan ketulian permanen dan hampir tidak mungkin untuk pulih.

Efek samping

NIHL (gangguan pendengaran akibat kebisingan). Ini bukan hanya tentang volume yang Anda paparkan melalui earphone tersebut, tetapi juga durasi yang dapat menyebabkan gangguan pendengaran akibat kebisingan.

Tinnitus. Sel-sel rambut yang rusak di koklea dapat menyebabkan suara berdenging, berdengung, atau menderu di telinga atau kepala. Kebisingan listrik konsekuensional ini disebut tinitus.

Hyperacusis. Lebih dari 50% orang yang menderita tinitus cenderung mengembangkan sensitivitas tinggi terhadap suara lingkungan normal.

Gangguan pendengaran. Mendengar musik keras atau paparan lama cenderung membuat sel-sel rambut membungkuk terlalu banyak dan parah. Ini bisa menyebabkan gangguan pendengaran sementara atau permanen.

Pusing. Berkali-kali, peningkatan tekanan di lubang telinga karena suara keras juga bisa menyebabkan pusing.

Infeksi telinga. Karena earphone langsung ditempatkan ke saluran telinga, maka menghalangi aliran udara yang meningkatkan kemungkinan infeksi di telinga. Penggunaan earphone dalam jangka panjang juga meningkatkan pertumbuhan bakteri. Bakteri ini tetap berada di earphone dan semakin banyak digunakan dapat menginfeksi telinga.

Saat earphone digunakan bersama, bakteri yang sama dari telinga satu orang berpindah ke orang lain, membuat orang tersebut juga terkena infeksi telinga yang serius.

Kotoran telinga yang berlebihan. Menggunakan earphone untuk waktu yang lama juga mengembangkan kotoran telinga yang berlebihan. Selanjutnya, ini berpotensi mempercepat kemungkinan tinitus, kesulitan mendengar, sakit telinga, dan infeksi telinga.

Nyeri di telinga. Penggunaan earphone dalam jangka panjang dan tidak pas dapat menyebabkan rasa sakit yang sering kali dapat meluas ke telinga bagian dalam. Hal ini bisa menyebabkan nyeri di sekitar telinga, yaitu rahang dan kepala.

Efek pada otak. Gelombang elektromagnetik yang dihasilkan earphone atau headphone juga menimbulkan masalah bagi otak dalam jangka panjang. Tingkat kebisingan desibel yang tinggi menarik isolasi dari serabut saraf yang membawa sinyal dari telinga ke otak. Infeksi telinga juga dapat mempengaruhi otak.

Penggunaan yang bijak

Seseorang dapat menyelamatkan telinga dari kerusakan parah melalui earphone dengan menyadari konsekuensinya dan membuat perubahan kebiasaan kecil. Caranya?

Perubahan paling mendasar adalah tidak mempertahankan volume terlalu tinggi. Aturlah volume sewajarnya. Selain itu, batasi paparan terhadap suara musik keras serta durasinya. Jika ada, manfaatkan headphone peredam bising. *

Silakan baca:

Sering Keliru! Ini Bedanya Headphone & Headset