Curug Bibijilan, Airnya Muncul dari Perut Bumi

curug bibijian
Wisatawan sedang bermain air di salah satu undakan Curug Bibijilan di Kabupaten Sukabumi. (Opik Surya).*

 

BandungKlik – Curug Bibijilan punya keunikan tersendiri. Selain bening dan dingin, airnya muncul dari perut bumi. Di sana, pengunjung tak hanya sekadar bermain air tetapi juga bisa melakukan kegiatan menantang khususnya bagi para penyuka petualangan.

Nama “bibijilan” bagi masyarakat setempat tak asing lagi. Dalam bahasa Sunda, bijil berarti muncul. Sedangkan bibijilan punya makna bermunculan.

Curug Bibijilan yang berada di kawasan Wanawisata Buniayu memiliki tinggi kurang lebih 100 meter. Saat ini, objek wisata alam tersebut dikelola pihak Perhutani.

Sesuai namanya, air yang mengalir berasal dari perut bumi bermunculan bersama bebatuan yang mengandung kapur. Sebabnya, air terjun ini berada di kawasan gua karst yang terbentuk ratusan juta tahun yang lalu.

Meski sarana dan prasarana yang tersedia di lokasi belum tertata maksimal tetapi hal tersebut tidak menyurutkan wisatawan datang. Di air terjun yang mengalir, wisatawan bisa bermain air atau berenang termasuk di kolam alaminya.

Praktisi wisata penelusuran gua (caving) dari Buniayu Adventure and Training Lulu mengatakan, Curug Bibijilan punya topografi yang berundak atau bertingkat-tingkat. Pada setiap tingkatannya dapat dilakukan kegiatan pendakian.

“Kawasan ini juga menjadi tempat kegiatan petualangan sungai sambil memanjat tebing curug. Jadi, wisatawan memanjat di tebing di bawah siraman air terjun yang bening dan sejuk,” kata Lulu, tempo hari.

Secara administratif, Curug Bibijilan berada di Kampung Lebak Nangka Desa Kertaangsana Kecamatan Nyalindung Kabupaten Sukabumi.

Untuk bisa sampai di sana terbilang cukup mudah. Dari arah tenggara Kota Sukabumi, Curug Bibijilan berjarak sekira 40 kilometer melewati pemandangan hutan pinus. Dari gerbang kawasan Wanawisata Buniayu milik Perhutani, air tejun ini hanya berjarak sekira 1,5 kilometer. *

Silakan baca:

Bersantai di Tengah Debur Curug Pelangi