Candi Borobudur, Inspirasi Peradaban Manusia

Candi Borobudur
Candi Borobudur, termasuk destinasi super prioritas. (Iwan Gunaesa/BandungKlik)

 

BandungKlik – Tak salah memang jika Candi Borobudur masuk dalam 5 Destinasi Super Prioritas (DSP) yang dicanangkan pemerintah. Selain bentuknya indah, candi Budha terbesar ini pun menyimpan relief-relief yang menginspirasi peradaban manusia.

Candi yang terletak di Desa Kedu, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah tersebut, dibangun antara tahun 770 dan 840 Masehi pada masa pemerintahan Dinasti Syailendra. Dengan kemegahannya, Borobudur menjadi destinasi favorit dan populer serta menjadi kebanggaan bangsa Indonesia hingga kini.

Secara konstruksi, Borobudur dibangun lebih dari dua juta blok batu dengan empat tangga pada setiap titik arah angin timur, selatan, barat, dan utara. Terdiri dari tiga tingkat, Kamadhatu, Rapadhatu, dan Arupadhatu. Candi utama berupa stupa yang dibangun dalam tiga tingkatan sekitar bukit yang merupakan pusat alam.

Susunannya, bagian dasar berbentuk piramida dengan lima teras persegi konsentris, batang kerucut dengan tiga platform melingkar, dan di atas terdapat sebuah stupa monumental. Lalu bagian dinding dihiasi relief dengan luas permukaan total 2.520 m2. Sekitar platform terdapat 72 stupa melingkar berisi patung Budha. Total ada sebanyak 504 patung Budha dalam pose meditasi dengan 6 posisi tangan yang berbeda mewakili seluruh candi.

Candi ini bercerita tentang ajaran dan kehidupan Sang Budha. Dilengkapi gambaran lingkungan dan budaya Jawa pada saat candi itu dibangun. Semua cerita disampaikan melalui ukiran relief di batu. Sedangkan relief yang paling menarik berupa sejumlah gambaran kapal yang menyeberang ke Indonesia melalui Samudera Hindia, membawa pengikut Budha untuk mencari pencerahan.

Silakan baca: Pesona Danau Toba, Destinasi Super Prioritas yang Menakjubkan

Isi dari gambaran pada relief inilah yang menjadikan Borobudur sebagai sumber inspirasi kehidupan manusia. Seperti yang disampaikan Direktur Utama PT Taman Wisata Candi, Edy Setijono, selaku pengelola candi saat ditemui di kantornya beberapa waktu lalu, Borobudur ibarat “The Big Library Civilization” yang menginspirasi peradaban manusia saat ini.

Menurutnya juga, relief-relief itupun menggambarkan bahwa kehidupan nenek moyang kita dulu sudah memiliki pemikiran yang hebat di semua aspek peradaban manusia.

Tiga Zona Bangunan Borobudur

Zona Kamadhatu

Berisi gambaran fenomenal dunia yang dihuni orang-orang biasa. Tingkat dasar ini, terdiri dari 160 relief yang mengisahkan adegan Karmawibhangga Sutra, hukum sebab dan akibat. Menggambarkan perilaku manusia dari keinginan, relief menampilkan perilaku merampok, membunuh, perkosaan, penyiksaan, dan pencemaran nama baik.

Zona Rapadhatu

Mewakili dunia antara keinginan duniawi dan para dewa. Disebut juga sebagai lingkup transisi, manusia dibebaskan dari hal-hal duniawi. Ada empat tingkat persegi Rapadhatu yang berisi galeri relief batu berukir, serta rantai relung yang berisi patung Buddha.

Secara keseluruhan ada 328 patung Buddha yang juga memiliki hiasan relief pada ukirannya. Bersumber dari manuskrip Sanskerta, pada bagian ini terapat 1300 relief yang berupa Gandhawyuha, Lalitawistara, Jataka dan Awadana. Seluruhnya membentang sejauh 2,5 km dengan panel dekoratif.

Zona Arupadhatu

Merupakan bagian atas candi yang mewakili dunia para dewa. Ada tiga teras melingkar yang mengarah ke kubah pusat atau stupa yang menggambarkan tempat di atas dunia. Di teras tersebut tidak terlalu banyak hiasan tapi lebih mementingkan kemurnian bentuk. Hanya berisi lingkaran stupa berlubang, bentuk lonceng terbalik, patung yang mengandung Buddha menghadap ke luar dari kuil. Total stupa di situ mencapai 72 buah.*

 

Sumber: borobudurpark.com