BandungKlik – Selain Prambanan dan Ratu Boko yang sudah tenar, Kabupaten Sleman di DI Yogyakarta (DIY) juga menyimpan banyak situs candi lainnya. Salah satunya ada Candi Banyunibo yang tampil megah dan indah.

Candi yang terletak di Dusun Cepit, Desa Bokoharjo, Prambanan, Kabupaten Sleman, DIY ini, bercorak Buddha. Sama dengan Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Di situs Candi Banyunibo Yogyakarta ini, wisatawan akan melihat satu candi induk yang menghadap ke barat. Ditambah 6 candi perwara yang berbentuk stupa berderet, tiga di antaranya berada di sisi selatan dan sisanya di sebalah timur candi induk.

Bangunan candi induk memiliki ukuran 15,325 x 14,25 meter dan tinggi sekitar 14,25 meter. Ukuran masing­masing fondasi stupa hampir sama, yaitu 4,8 x 4,8 meter. Tubuh candi induk berukuran lebih kecil dari kaki candi. Sehingga di sekeliling tubuhnya terbentuk lorong yang disebut selasar.

Kemudian pada setiap sudut kaki candi induk dan di bagian tengah tiap sisi kaki candi (kecuali sisi sebelah barat), tampak hiasan Jaladwara. Hiasan tersebut terpasang di lantai atas kaki Candi Banyunibo yang berfungsi sebagai saluran air hujan.

Silakan baca: 5 Spot Menarik di Sekitar Kompleks Candi Prambanan

Pada sisi barat kaki bangunan induk candi ini terdapat tangga di tengahnya. Fungsinya sebagai jalan masuk menuju bilik atau ruangan utama candi. Lalu di dinding penampil sebelah kanan, wisatawan akan menemukan relief sosok perempuan yang dikerumuni anak-anak.

Sosok perempuan tersebut dikenal sebagai Dewi Hariti, yang merupakan dewi kesuburan dalam agama Buddha. Sedangkan relief di dinding kiri menggambarkan seorang pria dalam posisi duduk, yaitu Vaisravana, suaminya Dewi Hariti.

Sisi Luar Bangunan Induk Candi Banyunibo

Di sisi dinding luar tubuh candi yang satu ini, wisatawan akan melihat Arca Boddhisatwa. Kemudian pada dinding bilik sisi utara, timur, dan selatan terdapat relung-relung yang menonjol. Berbingkai hiasan berbentuk kala-makara. Begitu juga pada ambang dan bingkai pintunya. Relung tersebut berfungsi sebagai tempat arca.

Atap candi induk Banyunibo tingginya mencapai 2,75 meter dan puncaknya berupa stupa setinggi 3,5 meter. Di sebelah utara candi induk terdapat tembok batu sepanjang kurang lebih 65 meter yang membujur arah barat ke timur.

Proses Pemugaran Candi

Penelitian terhadap Candi Banyunibo Yogyakarta sendiri pertama kali dilaksanakan pada tahun 1940. Kemudian pada 1943, berlangsung penyusunan kembali bangunan candi. Pemugaran tahap pertamanya berhasil menyelesaikan bagian alas (soubasement), kaki candi, tubuh candi, dan pelataran serta pagar sisi utara.

Baca juga: Jalan-jalan Asyik ke Tebing Banyunibo Sleman Yogyakarta

Sementara proses pemugaran Candi Banyunibo tahap kedua, dilakukan pada tahun 1976 yang melanjutkan pemugaran atap dan stupa puncak candi induk. Akhirnya pemugaran candi ini dapat selesai pada 1978.*

 

 

 

Sumber & Foto: BPCB DIY