BandungKlikKabupaten Subang tak hanya memiliki nanas madu dan kesenian sisingaan, tapi juga menyimpan destinasi wisata yang menakjubkan. Sebuah negeri di atas awan, Bukit Pamoyanan namanya.

Dulunya, Bukit Pamoyanan Subang merupakan habitat macan untuk berjemur. Oleh karena itu, disebut Pamoyanan yang berasal dari kata “moyan” (B. Sunda), artinya tempat berjemur. Macan itu pun sudah tidak tampak di sekitar bukit sejak menjadi destinasi wisata.

Jadi, cukup aman melakukan pendakian dan camping di bukit tersebut. Kini, bukit ini ramai dikunjungi, sehingga sering disebut juga Bukit Alam Endah Pamoyanan.

Lokasinya berada di Desa Kawangluwuk, Kecamatan Tanjungsiang, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Untuk menuju ke sana, wisatawan dapat melalui Tugu Nanas di Jalan Cagak ke arah timur. Lurus terus hingga ketemu dengan Pasar Tanjungsiang.

Silakan baca: Lima Air Terjun Eksotis di Subang, Ada yang 100 Meter

Dari pasar itu, lalu ambil jalur menuju Desa Kawangluwuk. Perjalanan yang harus ditempuh dari Kota Subang, selama 1 jam lamanya. Setibanya di Desa Kawangluwuk, dilanjutkan dengan pendakian ke Bukit Pamoyanan. Tenang! Pendakiannya tidak jauh.

Negeri di Atas Awan

Pesona Bukit Pamoyanan adalah keindahan lautan bintang di malam hari bersanding dengan gemerlap keindahan Kota Subang dari ketinggian bukit. Agar bisa menikmatinya, wisatawan harus bermalam di sana.

Tak perlu khawatir sendirian dan sepi, sebab di tempat ini banyak orang yang memilih menghabiskan malam dengan mendirikan tenda. Lebih menyenangkan lagi, campingnya bersama keluarga.

Namun sebelum berangkat, perlu diperhatikan terkait kondisi fisik serta perlengkapan berkemah yang harus dibawa. Selain tenda, jangan lupa membawa bekal makanan dan memasak di atas bukit.

Dengan memilih camping di bukit, esok paginya wisatawan bisa menyaksikan sunrise di pagi hari yang indah. Sinar matahari yang kekuning-kuningan tampak mengintip di balik pohon dan dari bawah awan.

Silakan baca: Mengenal Kesenian Genjring Bonyok dari Subang

Terpancar dengan sempurna menyinari awan-awan seperti gumpalan kapas. Terlebih awan-awan tersebut bagaikan menggantung di bawah kaki. Terasa berada di sebuah negeri di atas awan.

Pengunjung pun bisa berfoto dengan latar yang indah ini. Ada pilihan spot foto ciamik di sebuah menara pandang yang disediakan pengelola. Cukup memudahkan pengunjung untuk menangkap keindahan awan lebih tinggi lagi.

Jika tidak bisa camping di bukit, dapat memilih melakukan perjalanan setelah shalat subuh agar tidak melewatkan momen sunrise. Pengunjung hanya bisa menikmati keindahan itu dari waktu subuh sampai pukul 07.30 WIB tergantung cuaca.

Nikmati pula keindahan sunrise sambil menyeruput kopi dan menyantap kue serabi hangat khas dari Subang dan bakwan dengan cocolan sambal. Panganan yang dijual para ibu-ibu sekitar destinasi tersebut.

Silakan baca: Bukit Panenjoan, Spot Keren Hunting Foto Panorama Hijau

Di samping menikmati keindahan terbitnya sang surya dan lautan awan, wisatawan juga akan disuguhi panorama Gunung Canggah yang berdiri kokoh di sebelah barat bukit. Sementara di sisi timur, tampak Gunung Tampomas yang terletak di Sumedang.*

 

 

 

Sumber & Foto: Disparpora Subang