Buah dan Sayur “yang Tertukar”, Bukan Sinetron!

buah dan sayur
Buah dan sayur. (ec.europa.eu).*

 

BandungKlik – Buah dan sayur sering kali tertukar terutama dalam hal penyebutannya. Kebanyakan orang tahu keduanya baik untuk kesehatan, tetapi tak banyak yang mengetahui perbedaannya.

Dalam hal nutrisi dan rasa, ada banyak perbedaan antara buah dan sayur. Menurut Healthline, secara botani buah-buahan dan sayuran diklasifikasikan tergantung pada bagian tanaman mana mereka berasal.

Perbedaan yang paling mendasar adalah buah berkembang dari bunga tanaman, sedangkan bagian lain dari tanaman dikategorikan sebagai sayuran. Buah-buahan mengandung biji, sedangkan sayuran dapat terdiri dari akar, batang, dan daun.

Dari segi kuliner, buah dan sayur diklasifikasikan seturut pada rasa. Adakalanya buah dan sayuran juga dihidangkan bersama-sama, seperti dalam salad.

Umumnya, buah-buahan punya rasa manis atau masam dan dapat digunakan sebagai makanan penutup, makanan ringan atau jus. Sementara itu, sayuran punya rasa yang lebih ringan atau gurih. Biasanya sayuran dikonsumsi sebagai bagian dari lauk atau hidangan utama.

Buah yang sering tertukar disalahsartikan sebagai sayuran

Mungkin Anda punya konsep yang baik tentang makanan apa yang dianggap buah dan apa yang dianggap sayuran, paling tidak dalam hal kuliner. Akan tetapi, ada beberapa tanaman yang secara teknis termasuk buah-buahan meskipun kerap digolongkan sebagai sayuran karena rasanya.

Salah satu contoh yang paling terkenal dan kontroversial adalah tomat. Menurut Anda, tomat termasuk buah-buahan atau sayuran?

Pada 1893, Mahkamah Agung Amerika Serikat benar-benar memutuskan bahwa tomat harus diklasifikasikan sebagai sayuran di bawah peraturan bea cukai.

Secara botani, tomat sesuai dengan definisi buah. Namun, tomat masih sering disebut sebagai sayuran karena cita rasanya.

Contoh umum lainnya dari buah-buahan yang sering tertukar dan disalahartikan sebagai sayuran adalah mentimun, paprika, terong, zaitun, labu, dan kacang polong.

Sayuran dengan rasa lebih manis

Meskipun ada banyak buah yang sering tertukar dan disalahartikan sebagai sayuran, hanya sedikit sayuran yang dianggap buah. Beberapa varietas sayuran punya rasa yang lebih manis secara alami ketimbang kebanyakan sayuran lainnya. Sayuran tersebut dikonsumsi mirip dengan buah-buahan dalam makanan penutup, pai, dan makanan yang dipanggang.

Misalnya, pai ubi jalar. Sayuran ini terkenal sebagai makanan penutup yang termasuk bagian acara Thanksgiving di Negeri Paman Sam. Meskipun rasanya manis, ubi jalar sebenarnya adalah jenis sayuran akar, bukan buah. *

 

Silakan baca:

Delapan Manfaat Delima, Buah Paling Sehat di Dunia

Buah Kiwi dan Manfaatnya yang Menakjubkan