Braga Permai, Dulu Tempat Berkumpul Preanger Planter

braga permai
Restoran Braga Permai tahun 2021, sebelumnya bernama Maison Bogerijen. (Irwan Akhmad/Bandung Klik).*

 

BandungKlik – Di kawasan Jalan Braga di Kota Bandung terdapat sebuah restoran yang masyhur sejak zaman Hindia Belanda. Dulu, restoran ini menjadi tempat berkumpul para preanger planter di kala senggang.

Hal ini tak lepas dari nama Braga yang menyandang predikat De Meest Eropeesche Winkelstraat van Indie pada awal abad ke-20. Ya, kompleks pertokoan Eropa paling terkemuka di Hindia Belanda. Maison Bogerijen—nama restoran tersebut, punya arti rumah Bogerijen.

Sebermula, restoran elite milik L van Bogerijen ini dibuka pada 1918. Lokasinya di sudut utara Bragaweg (kini Jalan Braga) dan Oude Hospitalweg (Jalan Lembong) Bandung. Setelah lima tahun membuka usahanya, Bogerijen mengalihkan restorannya dan menempati bangunan baru di Jalan Braga pada 1923. Ditilik dari Album Bandung Tempo Doeloe, bangunan baru restoran bergaya arsitektur rumah tradisional Eropa.

Bangunan restoran ini terlihat megah dan anggun. Satu ornamen yang tak ada di tempat usaha lain adalah adanya lambang supremasi Kerajaan Belanda. Ornamen tersebut melekat di bagian depan bangunan.

Sejak kepindahannya ke tempat baru, restoran terus berkembang hingga mencapai puncak ketenarannya. Boleh dikata, Maison Bogerijen adalah restoran mewah pada masanya. Konon, hidangan istimewa dengan menu-menu khas kerajaan di restoran ini tidak dapat ditemukan di tempat lain. Sebab, restoran ini satu-satunya yang punya izin membuat kue khas Kerajaan Belanda. Misalnya Koningin Emma Taart dan Wilhelmina Taart.

maison bogerijen
Maison Bogerijen (1923-1950)/ Braga Permai.

Meskipun identik dengan konsep restoran di negeri kincir angin, Maison Bogerijen justru menghadirkan nuansa Prancis termasuk dalam sajian dan pelayanan. Bahkan, nama-nama menu berbahasa Prancis dicantumkan di bagian depan restoran. Ada empat menu lekker yang tertulis, yakni “glacier” (es krim), “cuisinier” (makanan utama), “confisuer” (makanan manis) dan “pattisier” (kue-kue).

Arsitektur bangunan lama Maison Bogerijen memang tak nampak lagi. Hanya beberapa bagian yang masih dipertahankan setelah restoran terbakar. Pada 1950, bangunan dipugar dan nama restoran berganti menjadi Braga Permai. *

Silakan baca:

Bangunan Stasiun Bandung, Kembarannya Ada di Belanda