BandungKlik – Di kalangan pencinta tanaman hias, bonsai termasuk salah satu tanaman yang paling banyak diminati. Bentuknya yang mungil, unik, dan estetik menjadikannya nilai tambah secara visual.

Salah satu keunikan tanaman ini adalah bisa tumbuh subur di dalam pot tanpa menjadi batang berukuran penuh.

Dulu, seni botani yang berawal dari Cina pada masa Pemerintahan Dinasti Tsin (265 – 420) ini hanya diminati  kalangan kerajaan. Meski begitu kata bonsai tidak diambil dari bahasa Tionghoa, tetapi dari bahasa Jepang. Kata tersebut adalah “bon” yang berarti pot, dan “sai” yang berarti tanaman.

Bambang Arifianto, salah seorang penggiat bonsai mengatakan, tanaman ini merupakan suatu seni botani.

Kata dia, tidak cukup mudah untuk menghasilkan tanaman yang menarik dan estetik. Sebab, ada beberapa faktor yang mesti diperhatikan, antara lain usia tanaman dan proses membonsaikannya.

“Proses ini membutuhkan kesabaran. Bisa bertahun-tahun untuk menghasilkan bonsai yang menarik, estetik, dan tentu saja bernilai jual tinggi,” katanya.

Bonsai menjadi tanaman yang berkelas karena memiliki ukuran lebih kecil dari pohon aslinya yang berukuran besar. Selain hasil akhir, usia tanaman bisa mempengaruhi nilai. Semakin tua, harganya bisa semakin tinggi asalkan faktor lainnya mendukung.

Menurut pengamatannya, penggemar bonsai cukup banyak, bahkan tidak hanya diminati kalangan atas. Pendek kata, tanaman mungil ini diminati semua kalangan dan tidak melulu dipajang di rumah mewah. Apalagi, kata dia, bonsai bukan jenis tanaman musiman sehingga dapat ditemukan setiap saat.

Setidaknya seni botani ini punya tiga ukuran, yaitu small (tinggi 25 cm), medium (maksimal 75), dan large (lebih dari 75 cm). Begitu pun dengan gayanya yang beragam. Misalnya gaya semicascade, tertiup angin (windswept style), dan tegak lurus (chokkan).

Beberapa tanaman bonsai yang populer antara lain pinus, kimeng, cemara, dan juniperus. Untuk bahan harganya mulai dari puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah. *

Silakan baca: 

Tanaman Hias Keladi Naik Daun, Berapa Harganya?

Mengenal Liang Liu si Janda Merana dari Cina