BandungKlik – Bagi Anda yang kerap menggunakan jalan tol pasti banyak melihat pepohonan di sisi kanan (right of way) jalan tol. Pertanyaannya, apakah boleh sisi jalan tol ditanami pohon?

Berikut penjelasannya.

Di samping untuk menambah nilai estetika, pohon-pohon yang ditanam di sisi kanan jalan tol juga punya banyak fungsi dan manfaat.

Dasar hukumnya adalah Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 34 Tahun 2006 tentang Jalan Pasal 39. Seturut peraturan tersebut, di jalan tol yang memiliki sejalur tanah dengan Ruang Milik Jalan dapat diperuntukkan sebagai ruang terbuka hijau yang berfungsi untuk lanskap jalan tol.

Lantas, apa fungsi keberadaan pohon di sisi jalan tol?

Dikutip dari @official.jasamarga, sedikitnya ada delapan fungsi sekaligus manfaatnya.

  1. Mengatasi pencemaran udara.
  2. Mengurangi kebisingan.
  3. Mencegah erosi.
  4. Menjadi akses resapan air.
  5. Dapat mengurangi efek hempasan angin pada kendaraan.
  6. Menjaga pandangan mata dari cahaya lampu kendaraan yang berlawan arah.
  7. Mengurangi fatalitas pada kecelakaan.
  8. Untuk konservasi tanah.

Meskipun banyak fungsi dan manfaatnya, tetapi bukan berarti semua jenis pohon boleh ditanam di sisi jalan tol. Ada sejumlah persyaratan dalam pemilihan jenis pohon, antara lain:

  • Tidak menggunakan tanaman yang dapat mengakibatkan kerusakan pada konstruksi ataupun saluran drainase karena pertumbuhan akar atau batang;
  • Mudah dalam perawatan;
  • Batang/ percabangan pohon tidak mudah patah;
  • Daun pohon tidak mudah rontok/ gugur sehingga dapat terlihat hijau sepanjang tahun (evergreen); dan
  • Pemilihan pohon harus menghindari potensi daun yang mudah rontok yang bisa menyumbat drainase. Daun yang rontok berisiko mudah tertiup angin (terbang) sehingga dapat mengganggu lalu lintas.

Adapun jenis pohon yang bisa dan banyak ditanam di sisi jalan tol antara lain trembesi, cemara, mahoni, dan ketapang. Pohon-pohon dengan daun rimbun ini punya fungsi dan manfaat, seperti peneduh, pengarah, dan menambah estetika. *

Silakan baca: 

Dinas BMPR Jabar Adakan Sayembara Desain Jalan Layang

Mengenal Liang Liu si Janda Merana dari Cina