Black Box, Tak Berbentuk Kotak dan Tak Berwarna Hitam

black box
Kotak hitam (black box) berbentuk silinder dan berwarna oranye. (Dok. dw.com).*

 

BandungKlik – Kotak hitam atau black box dalam pesawat terbang terdiri atas Cockpit Voice Recorder (CVR) dan Flight Data Recorder (FDR). Meski namanya demikian, sebetulnya black box tidak berbentuk kotak dan tidak berwarna hitam.

Bentuknya berupa silinder yang dipasang pada dua bagian logam besar. Jika diamati, ketimbang alat perekam kotak hitam lebih mirip kompresor udara. Sedangkan box atau kotak mengacu pada rekaman yang dibuat pada papan memori digital.

Dikutip dari aerotime.aero, kotak hitam ini dilengkapi dengan suar pencari lokasi bawah air yang mulai mengeluarkan denyut jika sensornya menyentuh air. Pendek kata, kotak hitam hanya bisa terdeteksi jika pesawat berada di bawah air.

Akan tetapi, jika kecelakaan terjadi di darat seperti di pergunungan, penelusur hanya memiliki warna oranye sebagai suar visual. Ya, warna internasional untuk black box bukanlah hitam, melainkan oranye.

Salah satu alasannya untuk kemudahan pencarian dan pengambilan. Mungkin saja pesawat jatuh di area yang kurang jelas secara visual, semisal hutan dan perairan. Warna oranye dinilai kontras sehingga diharapkan dapat mempermudah penemuannya andaikata terjadi kecelakaan.

Ketika kotak hitam menyentuh air akan bekerja hingga kedalaman lebih dari empat kilometer. Komponen ini dapat melakukan “ping” sekali dalam satu detik selama 30 hari sebelum baterainya habis.

Silakan baca:

Apa Itu Black Box, Fungsi dan Cara Kerjanya?

Sebagai komponen penting dalam pesawat, kotak hitam dirancang harus mampu bertahan dalam kondisi terburuk sekalipun. Tentu saja, untuk melindungi data yang terekam hingga komponen ini dapat diselamatkan.

Oleh karena itu, kotak hitam harus melewati serangkaian uji coba ketahanan sebelum digunakan. Dikutip dari dw, benda ini harus bertahan saat dibenturkan dengan dinding beton pada kecepatan 750 kilometer per jam. Black box harus mampu menahan beban statis 2,25 ton setidaknya selama lima menit.

Tak hanya itu, black box harus bisa bertahan pada suhu 1.100o Celcius selama satu jam dan 260o C selama 10 jam. Benda ini juga harus tahan tekanan air pada kedalaman hingga 6.000 meter di bawah permukaan. *