Bioskop Majestic, Hanya untuk Kalangan Elite Eropa

bioskop majestic
Gedung bekas Bioskop Concordia dan Majestic, bentuk bangunannya yang silinder mirip kaleng biskuit. (Irwan Akhmad/Bandung Klik).*

 

BandungKlik – Bicara sejarah bioskop di Kota Bandung, nama Majestic pasti tak asing di telinga. Selain luks, bioskop ini juga punya gedung dengan arsitektur unik.

Di Bandung tempo dulu, ada puluhan gedung bioskop. Bioskop-bioskop ini terbagi beberapa kelas, mulai dari mewah hingga merakyat tanpa atap. Untuk yang merakyat macam itu, orang menyebutnya misbar, yaitu gerimis bubar.

Konon, semakin mewah gedung bioskop maka semakin tinggi juga kelas sosial pengunjungnya. Ini melekat pada bioskop Majestic yang mulanya bernama Concordia Bioscoop. Bioskop ini menjadi bagian dari Societeit Concordia dan pengelolaannya di bawah Elita Concern milik “Raja Bioskop” FA Busse.

Gedung bioskop Concordia dibangun pada 1925 oleh arsitek CP Wolff Schoemaker. Rancangan arsitekturnya memadukan gaya Eropa dengan sentuhan corak Nusantara yang disebut Indo-Europeesche Architectuur Stijl.

Di kawasan Braga, gedung ini nampak cukup mencolok. Sebabnya, bentuk bundar silinder bagian depan menyerupai kaleng biskuit. Bioskop pun dikenal dengan sebutan blikken trammel. Ciri khas lainnya ada pada hiasan kepala Batara Kala di dinding depan bagian atas bangunan. Di bagian dalam, bioskop ini dilengkapi balkon dengan meja dan kursi yang diatur seperti di restoran.

Oleh karena sering memutar film-film keluaran Metro Goldwyn Meyer, bioskop Concordia acap disebut Metro House. Namun sayang, film-film yang tayang di sana hanya bisa ditonton para Elite Eropa. Kalangan pribumi tidak diperbolehkan masuk.

Sebagai tempat pemutaran film, bioskop menyajikan orkes mini dengan seorang komentator untuk mengiringi film-film bisu dalam setiap penayangannya. Tahun 1926, bioskop ini sukses memutar film Indonesia pertama: “Loetoeng Kasaroeng”.

Pada 1937, bioskop berganti nama menjadi Majestic Theatre. Nama ini melekat dan terkenal hingga tahun 1960-an. Meski berganti nama jadi Bioskop Dewi tetapi masyarakat tetap menyebutnya Majestic bahkan sampai sekarang. Bekas Majestic Theatre kini digunakan sebagai gedung pertunjukan seni dan budaya dengan nama De Majestic. *

Lokasi:

Jalan Braga No. 1

Kota Bandung

Silakan baca:

Gedung de Vries, Toko Serbaada Pertama di Bandung