Berwisata Edukasi di Museum Benteng Vredeburg

museum benteng vredeburg
Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta. (Irwan Akhmad/ BandungKlik).*

 

BandungKlik – Berwisata edukasi di Jogja? Jangan lewatkan berkunjung ke Museum Benteng Vredeburg di Jalan Jenderal Ahmad Yani. Museum ini begitu banyak menyimpan wawasan sejarah perjuangan bangsa Indonesia, termasuk bangunannya yang difungsikan sebagai museum.

Berada di seputar kawasan nol kilometer Kota Yogyakarta dekat Malioboro, museum ini kerap ramai dikunjungi para pelancong. Tentunya, tak hanya pelajar dan keluarga tetapi semua kalangan termasuk turis asing.

Tiba di gerbang museum pengunjung akan disambut sepasang kolom ganda yang kokoh. Kolom bangunan bergaya Indische Empire itu mengabarkan usia bangunan yang sudah ratusan tahun (1760). Menoleh ke belakang, jembatan yang baru saja dilalui adalah jejak parit yang dulu digunakan sebagai rintangan paling luar Benteng Vredeburg.

Sebelum masuk benteng, biasanya para pelancong tak melewatkan sesi foto di depan gerbang berlatar kolom yang tinggi itu.

Di dalam benteng terdapat sejumlah bangunan yang dulu difungsikan sebagai barak prajurit dan perwira. Patung Jenderal Soedirman dan Letnan Jenderal Oerip Soemohardjo berdiri tegap, menambah nuansa sejarah perjuangan di sekitar taman bagian dalam benteng.

Tak jauh dari sana ada sejumlah meriam. Di luar benteng, di antara Vredeburg dan Kantor Pos Besar, terdapat Monumen Serangan Oemoem 1 Maret 1949.

Silakan baca: Museum Sonobudoyo Koleksi Benda Bernilai Budaya Ilmiah

Koleksi museum

Berbagai koleksi dipamerkan di Museum Benteng Vredeburg. Selain koleksi bangunan juga dipamerkan beragam koleksi realia. Koleksi realia berupa benda-benda atau material asli yang berperan langsung dalam peristiwa sejarah. Material tersebut antara lain berupa peralatan rumah tangga, senjata, naskah, pakaian dan peralatan dapur lainnya.

Ada pula koleksi foto-foto, miniatur, replika, lukisan dan benda-benda hasil visualisasi. Untuk adegan peristiwa sejarah disajikan dalam bentuk minirama/diorama yang mengagumkan, tersaji apik dan detail di balik kaca. Diorama dipamerkan di 4 ruangan lengkap dengan uraian singkat atau informasi sejarah dalam dua bahasa, Indonesia dan Inggris.

Berada di ruang diorama yang sejuk dengan pencahayaan yang cukup terang pengunjung dapat melihat dan menyimak sejumlah peristiwa sejarah. Diorama menceritakan sejarah mulai dari periode Perang Diponegoro hingga masa orde baru.

Sedikitnya ada 55 buah minirama yang dipamerkan. Salah satunya adalah adegan Pangeran Diponegoro bersama Kyai Mojo dan Pangeran Mangkubumi menyusun strategi perlawanan terhadap Belanda.

Tiket masuk

Berwisata sejarah memang satu alternatif menarik di kala senggang. Buah tangan yang diperoleh tak sebatas kenangan yang menyenangkan, melainkan juga wawasan pengetahuan yang tak ternilai.

Dengan tiket masuk yang sangat terjangkau, Rp 3.000 per orang, pengunjung dapat menjelajah Museum Benteng Vredeburg dari pukul 08.00 hingga pukul 16.00. *

Silakan baca: Benteng Vredeburg, Objek Wisata Sejarah dan Perjuangan