BandungKlik – Pendopo Kabupaten Purwakarta punya taman yang indah. Namanya Taman Maya Datar. Keberadaan taman ini makin memberi pilihan bagi masyarakat untuk sekadar bersantai mencari angin segar dan berinteraksi.

Taman Maya Datar terlihat demikian cantik dan penuh dengan bunga di sekelilingnya. Pun dilengkapi air mancur dengan sistem pencahayaan yang estetik. Taman ini tak jauh dari lokasi Taman Sri Baduga yang berjarak beberapa puluh meter saja.

Kata Maya Datar, pada zaman Kerajaan Pakuan Pajajaran bermakna alun-alun. Yaitu sebagai tempat khalayak yang berada di arealnya dianggap sejajar meski berasal dari latar belakang yang berbeda. Begitu pula dengan Taman Maya Datar di Purwakarta. Taman ini memiliki makna filosofis yang menggambarkan tempat pertemuan antara warga dengan pemimpin (bupati) secara sejajar.

Di bagian depan taman terdapat patung harimau atau maung berwarna putih yang melambangkan Prabu Siliwangi. Tempat ini juga rapi, bersih dan terawat. Selain itu ada taman lainnya di seputaran lokasi yang juga dipenuhi nuansa aneka bunga.

Silakan baca: Berkunjung ke Taman Prancis, Serasa di Era Renaisans

Kendati berada di kawasan pendopo dan tak jauh dari Masjid Agung Baing Yusuf Purwakarta, Taman Maya Datar bisa dikunjungi siapa saja dan tidak dipungut biaya. Saat pagi, bahkan sore menjelang senja, taman ini terlihat romantis. Di sana pun tersedia kursi-kursi taman yang diperuntukkan bagi siapa saja yang berkunjung untuk bersantai.

Taman Maya Datar juga menyajikan sejumlah tempat foto yang Instagramable yang menarik untuk dikunjungi. Tentu, spot tersebut bisa jadi pilihan untuk mengabadikan momen jalan-jalan di kala luang dengan cara yang menarik bersama keluarga.

Tak dimungkiri, taman ini telah menjadi spot favorit warga Purwakarta dan sekitarnya untuk sekadar melepas penat. Bahkan, warga dari luar kota pun banyak yang sengaja berkunjung menikmati keindahannya. *

Silakan baca: Taman Tematik Balai Kota Bandung Pas untuk Rekreasi Keluarga

Silakan baca: Bangka Botanical Garden, Metamorfosis dari Lahan Kritis