Bersantai di Tengah Debur Curug Pelangi

Curug Pelangi
Curug Pelangi, salah satu air terjun eksotis di Kabupaten Bandung Barat. (Irwan Akhmad/Bandung Klik).*

 

BandungKlik – Pesona alam Kabupaten Bandung Barat memang menawan. Bentang alamnya dianugerahi cukup banyak air tejun alias curug yang eksotis. Salah satunya Curug Pelangi. Bersantai menikmati debur dari ketinggian menyuguhkan suasana menyegarkan.

Curug Pelangi—dulu mashyur dengan nama Curug Cimahi, kini banyak dikenal orang Air Terjun Pelangi. Apa sebab? Rupanya, hal ini merujuk pada instalasi lampu warna-warni yang dipasang di balik air terjun.

Alhasil, jika instalasi itu dinyalakan, air yang jatuh nampak berwana. Mirip pelangi. Ada  merah, jingga, biru hingga hijau. Hanya saja atraksi spektakuler tersebut berlangsung sore hingga malam. Namun sayang, saat ini instalasi sedang dalam perbaikan pihak pengelola.

Curug Cimahi yang dikelola Perum Perhutani KPH Bandung Utara sedikit berbeda dengan curug di sekitarnya. Curug ini cukup terbuka alias tak tersembunyi. Dari tepi jalan saja terlihat secara utuh, tepatnya di area parkir wanawisata tersebut. Di atas curug terhampar Jalan Kolonel Masturi yang lalu-lintasnya cukup ramai siang hari.

Air Situ Lembang

Dari Alun-alun Cimahi dapat ditempuh sekira 30 menit dengan rute jalan menanjak. Air terjun berada di lembah, tepatnya sebelah kiri Jalan Kolonel Masturi sebelum terminal tipe C Cisarua. Untuk sampai di bawah curug, ada 587 anak tangga  yang mesti dilalui.

Sebaiknya tidak menenteng makanan dalam bungkus plastik sebelum menuruni anak tangga. Apa sebab? Ada kawanan kera ekor panjang penghuni lembah yang mengintai dan siap merebut. Kecuali, jika hendak berbagi makanan dengan mereka.

Menikmati debur Curug Pelangi yang terjun dari ketinggian 72 meter bisa di teras pandang (view deck) yang lumayan lega. Ada di pertigaan dan pertengahan jalur, dikelilingi pepohonan rindang. Pelancong yang urung hingga bawah air terjun biasanya menghabiskan waktu sekadar melepas penat dan rileks di teras pandang ini. Jarak pandang untuk aktivitas memotret dan berswafoto pun cukup leluasa.

Tepat di bawah air terjun, ada kolam dangkal yang dalamnya kira-kira sepinggang orang dewasa. Wisatawan kerap bermain di kolam yang airnya berasal dari Situ Lembang yang dingin dan menyegarkan. Di area bawah air terjun terdapat balai-balai yang sering dipakai rombongan wisatawan sebagai tempat makan bersama alias botram. *

Jam buka:

Pukul 08.00 hingga 18.00 WIB

Tiket:

Domestik           : Rp 20.000/ orang

Mancanegara    : Rp 25.000/ orang

Silakan baca:

Menilik Peristiwa Sejarah di Bawah Monpera Jabar