Berkunjung ke Taman Prancis, Serasa di Era Renaisans

taman prancis renaisans
Taman Prancis di Taman Bunga Nusantara Cianjur. (Irwan Akhmad/Bandung Klik).*

 

BandungKlik Buah cipta sang arsitek kebun berkebangsaan Prancis André Le Nôtre telah menyebar ke seantero jagat dan menjadi sumber inspirasi. Karya dan rancangannya pada era renaisans membuat taman-taman di negerinya menjadi daya tarik utama pariwisata.

Ahli gambar yang juga penata taman Raja Louis XIV ini telah berjasa dalam penataan kebun dan taman di berbagai istana. Sebut saja Versailles, Vaux-le-Vicomte, Chantilly, Saint-Germain-en-Laye, Sceaux, Compiègne, Saint-Cloud, dan Malmaison.

Taman-taman ala Prancis menarik perhatian masyarakat secara luas. Gaya taman tersebut merebak hingga melewati perbatasan Prancis termasuk ke Indonesia. Taman-taman karya Le Nôtre telah dijadikan sumber acuan di belahan Eropa bahkan dunia.

Taman istana kerajaan Caserte di Italia, La Granja di Spanyol, taman-taman di istana Schönbrunn di Austria atau Beloeil di Belgia, merupakan contoh-contoh yang menakjubkan. Taman musim panas Saint-Petersbourg di Rusia pun merupakan hasil luar biasa yang diilhami karya dan gaya Le Nôtre. Pengaruh sang ahli lanskap tersebut masih terasa hingga hari ini.

Silakan baca:

Taman Tematik Balai Kota Bandung Pas Untuk Rekreasi Keluarga

Untuk sekadar menikmati suasana taman masa renaisans abad ke-17 di dalam negeri, kita dapat berkunjung ke Taman Prancis. Taman ini merupakan salah satu taman favorit di Taman Bunga Nusantara Kabupaten Cianjur. Desain taman menggambarkan pencapaian puncak ketenaran kekuasaan Raja Louis XIV.

Seturut informasi dari pihak pengelola, bentuk geometris dan pangkasan perdu pendek menjadi ciri khas utama Taman Prancis. Katanya, bentuk taman seperti ini juga mencerminkan penguasaan manusia terhadap alam.

Area taman yang ditanami puluhan ribu tanaman dan bunga warna warni ini dilengkapi dengan sejumlah air mancur. Sementara di beberapa sudut tersedia kursi taman tempat beristirahat pengunjung. Suasana asri demikian tercipta di tengah hawa sejuk dan memanjakan mata. *

Silakan baca: Bangka Botanical Garden, Metamorfosis dari Lahan Kritis