BandungKlik – Bagi kalian pecinta wisata sejarah dan budaya, bisa berkunjung ke Kabupaten Malang. Di sana banyak situs peninggalan bersejarah yang menarik sebagai tujuan rekreasi sambil edukasi. Salah satunya Candi Singosari (Singasari).

Keistimewaan dari situs candi di Kabupaten Malang yang satu ini, hingga sekarang masih berdiri kokoh. Serta menjadi candi tertinggi dibanding candi lain pada masanya.

Candi Singosari bercorak Hindu-Buddha dan merupakan peninggalan bersejarah dari Kerajaan Singosari. Kompleks ini pun merupakan tempat “pendharmaan” bagi Raja Singasari terakhir, Sang Kertanegara, yang wafat pada tahun 1292.

Pembangunannya bersamaan dengan waktu berlangsungnya Upacara Sraddha. Sebuah upacara untuk memperingati 12 tahun sesudah raja wafat. Tepatnya pada tahun 1304 M, masa pemerintahan Raden Wijaya, Raja Majapahit I.

Waktu tepat pendirian Candi Singosari memang belum ada catatan pasti. Namun para ahli purbakala memperkirakan pembangunannya sekitar tahun 1300 M. Sebagai persembahan untuk menghormati Raja Kertanegara dari Singasari.

Setidaknya ada dua candi di Jawa Timur yang berdiri untuk menghormati Raja Kertanegara, yaitu Candi Jawi dan Candi Singosari. Sebagaimana halnya kedua candi tersebut juga merupakan Candi Syiwa. Hal ini terlihat dari adanya beberapa Arca Syiwa di halamannya.

Struktur Bangunan Candi Singosari

Sepintas bangunan candi di Kabupaten Malang yang satu ini tampak seolah bersusun dua. Karena bagian bawah atap candi berbentuk persegi, menyerupai ruangan kecil dengan relung di masing-masing sisi.

Silakan baca: Candi Jago Kabupaten Malang yang Unik dan Cantik

Bangunan Candi Singosari mempunyai badan yang berdiri di atas batur kaki setinggi sekitar 1,5 meter. Bagian tersebut tanpa hiasan atau relief pada kaki candi. Terletak di tengah sebuah taman yang asri.

Keunikan lainnya, tangga naik candi ini cukup berbeda dengan candi-candi lain. Tangga naik ke selasar di kaki candi ini tidak terapit oleh pipi tangga dengan hiasan makara.

Kemudian untuk pintu masuk ke ruangan di tengah tubuh candi menghadap ke selatan. Berada pada sisi depan bilik penampil (bilik kecil yang menjorok ke depan). Pintu masuk ini terlihat sederhana tanpa bingkai berhiaskan pahatan.

Berikutnya, di atas ambang pintu terdapat pahatan kepala Kala yang juga sangat sederhana pahatannya. Adanya beberapa pahatan dan relief yang sangat sederhana itu, memunculkan dugaan bahwa pembangunan Candi Singosari belum sepenuhnya rampung.

Lokasi Candi Singosari

Cagar budaya tersebut berlokasi di Desa Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Berjarak sekitar 9 km dari Kota Malang ke arah Surabaya atau sekira 300 meter dari Kecamatan Singosari.

Silakan baca: Pesona Keindahan Coban Sumber Pitu di Malang

Jika kalian mengaksesnya dari ibu kota Kabupaten Malang, dapat ditempuh dengan perjalanan sejauh kurang lebih 10 km ke arah utara. Sementara dari arah Surabaya berjarak sekira 88 km ke arah selatan. Kalian bisa menggunakan kendaraan mobil pribadi atau sewaan untuk menuju candi tersebut.*