Berkuda di Lautan Pasir, Cara Mudah Menuju Kawah Bromo

berkuda bromo
Wisatawan berkuda di lautan pasir Bromo. (Irwan Akhmad/Bandung Klik).*

 

BandungKlik – Berwisata ke Gunung Bromo di Jawa Timur memang penuh petualangan. Namun, berkuda di lautan pasir akan menambah pengalaman perjalanan menuju puncak kawah gunung ini.

Dari tempat parkir jip, wisatawan harus melakukan pendakian sekira 500 meter untuk bisa sampai di kawah Bromo. Ada dua pilihan, yaitu dengan berjalan kaki atau berkuda mengarungi lautan pasir.

Sebagai kendaraan lanjutan, kuda-kuda wisata tersedia cukup banyak dengan rata-rata postur ukuran sedang. Kuda-kuda tersebut diparkir di dekat pemberhentian terakhir jip.

Wisata berkuda merupakan fasilitas khas yang ditawarkan penduduk lokal. Para penjual jasa berkuda mengenakan kupluk dan sarung, khas masyarakat suku Tengger. Alhasil, keberadaan jasa penyewaan kuda menambah pesona lain di kawasan lautan pasir berbisik ini.

Di kawasan Bromo, keberadaan wisata berkuda seakan menjadi oase. Paling tidak sebagai opsi saat menuju kawah suci atau kembali ke tempat parkir jip sehingga wisatawan tak terlampau capek.

kuda bromo
Area parkir jip dan kuda di lautan pasir Gunung Bromo. (Irwan Akhmad/Bandung Klik).*

Wisata berkuda menawarkan tarif standar dan terjangkau untuk perjalanan menuju kawah pergi-pulang. Tarifnya sekira Rp 100 ribu. Lain halnya jika penyewaan dilakukan hanya setengah jalan, tarifnya tentu lebih murah. Sementara wisatawan melanjutkan perjalanan menuju kawah, penjual jasa kuda itu akan menunggu di sekitar anak tangga di kaki kawah.

Dengan menyewa kuda tentu tidak akan terlalu menguras tenaga. Satu hal yang menarik, wisatawan boleh menunggang sendiri di atas pelana. Menunggang kuda ala koboi? Silakan manasuka untuk sekadar berfoto. Sebab, kuda-kuda yang disewakan sudah jinak dan terlatih. Namun begitu, wisatawan akan tetap didampingi si empunya kuda yang akan turut dalam perjalanan sembari berlari kecil.

Selain dapat menghemat tenaga, perjalanan dengan menunggang kuda akan menghemat waktu tiga hingga empat kali lebih cepat ketimbang berjalan kaki. Ini cara mudah jika wisatawan tak ingin capek berjalan menuju kawah. *

Silakan baca:

Menikmati Sunrise dan Keeksotisan Gunung Bromo