Kacamata Tanduk, Bahan Organik yang Unik

kacamata tanduk
Bingkai kacamata bahan tanduk. (dok. oeotoen/ Mamat).*

 

BandungKlik – Bergaya dengan bingkai kacamata tanduk, mengapa tidak? Memang, bagi sebagian orang bingkai material ini boleh jadi tidak begitu akrab. Mereka lebih mengenal bingkai berbahan perak, gold flat, kayu hingga serat karbon.

Tak kalah dalam soal bergaya, belakangan kacamata dengan bingkai tanduk mulai banyak penggemarnya.

Bingkai kacamata tanduk kebanyakan dibuat secara manual. Yaitu dengan proses karbonisasi yang sempurna dari perubahan protein organik menjadi karbon organik. Dengan begitu, produk jadinya tidak akan menyebabkan alergi di seputar telinga dan wajah bagi pemakainya. Malah, bingkai kacamata ini memberi kesan dan nuansa gaya yang berbeda lantaran terbilang unik.

Bingkai kacamata yang berbahan organik ini merupakan produk bernilai tinggi dan ramah lingkungan. Tak hanya memiliki nilai seni tetapi juga menunjang kesehatan khususnya untuk mata.

Namun demikian, tidak semua tanduk dapat digunakan sebagai bahan frame. Tanduk yang digunakan haruslah  pilihan dan berkualitas baik. Sebab, kunci utama dari pembuatannya adalah sempurnanya proses karbonisasi.

Ada banyak pilihan warna yang dihasilkan dari material ini. Biasanya bingkai warna-warna terang diambil dari bahan baku tanduk domba. Sementara warna-warna gelap semisal hitam atau abu-abu menggunakan bahan tanduk kerbau. Adapun tanduk sapi biasanya hanya digunakan sebagai variasi atau motif.

Silakan baca:

Kacamata Riben Primadona Bagi Traveler

Sebagai bagian penting dari dunia fashion, kacamata rupanya punya tempat dan prestise tersendiri. Sejak penggunaan kacamata kian marak di tengah masyarakat dan dunia optikal, sudah banyak pula material yang digunakan.

Para seniman jagat hiburan hingga pesohor olahraga pun banyak yang mengoleksi dan mengenakannya untuk melengkapi penampilan. Berbagai produk kacamata ternama seakan telah menjadi bagian dari gaya hidup keseharian mereka.

Akan tetapi, kacamata berbahan tanduk kembali menggeliat meskipun di bawah bayang-bayang produk massal. Apa boleh buat, kacamata tanduk kebanyakan diproduksi secara manual. Terlebih, ketersediaan bahan baku tanduk tidak terlalu melimpah. *

Silakan baca:

Tips Memilih Kacamata Sesuai Bentuk Wajah