Berbuka Puasa dengan 6 Kuliner Daerah Berikut Ini

kuliner daerah

 

BandungKlik – Indonesia banyak memiliki ragam kuliner khas dari berbagai daerah. Kuliner itu pun banyak yang menjadi menu wajib sahur dan berbuka puasa di bulan Ramadan. Berikut ini ada 6 kuliner khas daerah yang nikmat disantap saat berbuka puasa.

Bubur Kanji Rumbi

kuliner bubur kanji

Bubur Kanji Rumbi merupakan kuliner khas dari Aceh yang kerap disajikan saat berbuka puasa. Biasanya bubur ini dibagikan kepada masyarakat di masjid-masjid wilayah Aceh. Selama bulan puasa, bubur ini juga dapat dibeli di kampung kuliner Ramadan.

Bubur kanji rumbi berwarna kecoklatan dan memiliki aroma dan rasa rempah-rempah yang kuat karena makanan ini dipengaruhi masakan India. Berkat kekayaan rempah-rempah yang ada di dalamnya, bubur ini tak hanya mengenyangkan tetapi juga membuat tubuh terasa lebih hangat.

Putu Mangkok

putu mangkok khas daerah Yogyakarta

Berbuka puasa memang paling pas dengan kudapan manis. Nah, di Kepulauan Riau terdapat satu kuliner yang khas bercita rasa manis gurih, yakni putu mangkok. Kue manis berbahan utama tepung beras dan ditaburi parutan kelapa.

Hal yang membedakan putu mangkok dengan putu pada umumnya, terletak pada bentuknya yang unik. Sama seperti namanya, putu mangkok memang dibuat menyerupai mangkok yang terbalik.

Ketan Bintul

kuliner ketan bintul

Kala memasuki Ramadan, masyarakat Banten selalu berburu kuliner  yang satu ini untuk menu berbuka. Disebut dengan ketan bintul. Makanan yang konon sudah ada sejak abad ke-16.

Silakan baca: Aneka Kuliner Khas Sunda Cocok Buat Buka Puasa

Terbuat dari ketan dan diberi taburan serundeng (kelapa parut yang disangrai dengan berbagai rempah-rempah). Ketan bintul biasanya dicocol dengan kuah semur daging dan ada pula yang menyantapnya dengan empal daging sapi.

Ketan bintul menjadi kuliner khas Ramadan karena biasanya memang hanya dijual selama Ramadan. Di luar bulan puasa, penjualnya tidak lagi menjajakan makanan ini. Ditambah cerita yang berkembang di masyarakat setempat yang menyebutkan, dulu Sultan Banten sangat menyukai ketan bintul untuk berbuka puasa.

Mi Glosor

mi glosor

Berikutnya ada Mi Glosor dari Kota Bogor, Jawa Barat yang populer sebagai menu berbuka puasa. Selama bulan puasa, penjual mi glosor akan meningkat dan mudah ditemukan di pinggir jalan atau di pasar takjil.

Sebutan mi glosor diambil karena mi yang menjadi bahan utamanya memiliki tekstur sangat licin, sehingga sangat mudah ditelan seperti meluncur begitu saja di tenggorokan. Tekstur licin dihasilkan karena bahan mi dari tepung singkong atau aci.

Barongko

Barongko

Barongko merupakan kuliner khas Suku Bugis, Makassar. Memiliki rasa manis dan gurih, sangat pas disantap untuk berbuka puasa. Barongko diolah dari bahan-bahan, diantaranya pisang, telur, santan, gula pasir, dan garam. Bahan-bahan itu dihaluskan dan dicampur.

Silakan baca: Kicak, Camilan Manis Khas Ramadan di Kampung Kauman

Selanjutnya, adonan akan dibungkus dengan daun pisang lalu dikukus. Bagi yang suka berbuka puasa dengan makanan dingin, barongko bisa terlebih dahulu disimpan di kulkas sambil menunggu azan Magrib.

Kicak

Kicak menjadi kuliner legendaris dari Kampung Kauman, Yogyakarta. Makanan ini biasa dijajakan selama bulan puasa di pasar Ramadan di kampung tersebut. Takjil dengan rasa manis bercampur gurih ini dibuat dari ketan diberi santan, nangka, dan kelapa parut. Awalnya kicak tidak dibuat dari ketan melainkan singkong.

Menurut cerita masyarakat setempat, takjil ini pertama dibuat pada tahun 1970-an oleh Mbah Wono. Kala itu Mbah Wono menjual kicak di pasar sore di Kauman. Karena banyak yang menyukainya sebagai takjil, akhirnya kicak kian populer dan menjadi makanan khas Yogyakarta hingga kini.*

 

Sumber & Foto: indonesia.travel