BandungKlik – Benteng Belgica yang terletak di Kecamatan Naira, Kabupaten Maluku Tengah merupakan peninggalan Portugis. Kemudian direbut dan dibangun kembali oleh Belanda.

Mengutip dari laman dispar.malukuprov, setelah jatuh ke tangan Belanda, benteng tersebut digunakan untuk menangkal serangan rakyat Banda yang menentang monopoli perdagangan pala dari VOC. Berfungsi juga sebagai markas militer Belanda dan tempat untuk memantau lalu lintas kapal dagang.

Dengan bangunannya yang megah, Benteng Belgica menjadi daya tarik wisata sejarah di Maluku. Wisatawan cukup mudah menjangkau benteng ini. Dari pelabuhan Banda Naira, tinggal berjalan kaki sekitar 500 meter atau dapat memilih menaiki ojek.

Di samping arsitekturnya, daya tarik lain dari benteng ini yakni panorama alam nan indah di sekitarnya. Ada momen sunset serta Gunung Api Banda yang terletak persis di depan Pulau Naira. Sangat cocok untuk latar foto.

Sejarah

Keberadaan Benteng Belgica diawali kedatangan bangsa Portugis ke Banda pada tahun 1512 untuk membeli rempah-rempah. Lalu mereka sempat mendirikan benteng yang terbuat dari kayu di lokasi yang kemudian menjadi Benteng Nassau.

Selanjutnya pada awal abad XVII Inggris datang ke Banda di bawah pimpinan Kapten William Keeling. Ia pun menjalin hubungan dagang dengan masyarakat sekitar.

Silakan baca: Menjelajah Pulau Tawale, Pesona Alam Maluku Utara

Berlanjut tahun 1605 dibuat perjanjian antara VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) dengan orang kaya di Banda yang isinya monopoli VOC terhadap komoditi rempah di sana. Namun masyarakat Banda masih tetap menjual rempah kepada pihak lain.

VOC pun memaksakan monopolinya di Pulau Banda. Sehingga pada tahun 1609 mengutus pasukan untuk datang ke Banda di bawah pimpinan Laksmana Pieterszoon Verhoeven.

Karena masyarakat tetap menolak monopoli VOC, maka didirikanlah benteng di bekas reruntuhan Benteng Nassau yang dibangun Portugis. Pieterszoon beserta beberapa pasukannya tewas pada masa pembangunan. Hal itu membuat hubungan antara VOC dengan masyarakat Banda semakin memburuk.

Setelah dirasa  Benteng Nassau tidak menjamin keamanan, maka tahun 1611 VOC membangun benteng kedua di Pulau Neira, bernama Benteng Belgica I. Atas perintah Gubernur VOC saat itu Pieter Both.

Berikutnya dibangun lagi benteng tambahan bernama Benteng Neira di atas Benteng Belgica I. Sekitar tahun 1660 kedua benteng dibongkar dan diganti dengan benteng baru, yaitu Benteng Belgica II.

Silakan baca: 6 Benteng Peninggalan Kolonial yang Menarik Dikunjungi

Kemudian pada tahun 1667, Cornelis Speelman mengunjungi Banda dan memerintahkan seorang insinyur Adriaan de Leeuw untuk mendesain benteng yang baru (Benteng Belgica III). Konstruksi benteng ini selesai pada tahun 1673.*

 

 

Sumber: cagarbudaya.kemdikbud