Bebegig, Topeng Seram dari Alam Ciamis

bebegig
Penari topeng kesenian bebegig. (Irwan Akhmad/Bandung Klik).*

 

BandungKlik – Bebegig wujudnya menyeramkan, serupa dengan leak Bali dan reog Ponorogo. Siapa sangka, aksesori topeng kesenian asal Kabupaten Ciamis Jawa Barat ini kebanyakan diperoleh dari alam.

Nama bebegig dikenal sebagai simbol penjaga lingkungan alam sekitar. Dikutip dari laman kebudayaan.kemdikbud.go.id, kesenian ini berhubungan erat dengan wilayah di sebelah utara Desa Sukamantri bernama Tawang Gantungan. Yaitu, sebuah bukit dengan hutan larangan yang masih dianggap keramat dan angker.

Seturut sejumlah data tertulis, Tawang Gantungan dipercaya masyarakat setempat sebagai bekas kerajaan. Orang yang berkuasa di wilayah tersebut dikenal sebagai Prabu Sampulur yang sakti dan cerdik.

Diceritakan, sang prabu membuat topeng dari kulit kayu untuk menjaga lingkungan dari gangguan orang jahat. Topeng dibuat menyerupai wajah makhluk yang menyeramkan. Pernak-perniknya seperti terlihat dalam topeng kesenian bebegig. Apa saja?

Rambut topeng bebegig terbuat dari ijuk aren (kawung) yang terurai. Mahkotanya dirangkai dari kembang bubuay yang berjuntai—sejenis tumbuhan dari keluarga palem-paleman (rotan badak), dan daun tanaman waregu. Tak hanya itu, mahkota dihias kembang hahapaan—jenis tanaman herbal, dan daun picisan (sisik naga). Sedangkan kostumnya terbuat dari ijuk dan membungkus seluruh badan. Dalam pentas, kolotok—bunyi-bunyian yang terbuat dari kayu, dipasang dengan diikat tali di pinggang pemain bebegig. Dengan demikian, tiap kali bebegig bergerak atau berjalan, maka kolotok akan berbunyi. Secara keseluruhan, bobot topeng bisa mencapai 30 Kg.

Sebagai seni helaran, kesenian bebegig tumbuh dan berkembang secara turun-temurun sejak puluhan tahun silam. Bahkan, kini acap ditampilkan pada ajang bertaraf nasional. Meski wujudnya menakutkan tetapi tarian dan musik tradisional yang mengiringinya membuat pertunjukan semakin riuh dan menghibur.

Biasanya, kesenian bebegig tampil berkelompok yang terdiri dari penari topeng, penari pendamping, dan pengiring musik. Saat tampil, para penari tak hanya menari tetapi juga sering mempertontonkan aksi-aksi yang memikat diiringi tetabuhan. Misalnya, seni bela diri. *

Silakan baca:

Kuda Renggong Menari di Atas Kaki Sendiri

Batik Banten Hadir dengan Ragam Motif dan Filosofi