Bangkitkan Ekonomi, Sukabumi Andalkan Pariwisata & Pertanian

ujunggenteng pariwisata sukabumi
Pantai Pangumbahan Ujunggenteng Kabupaten Sukabumi. (Irwan Akhmad/Bandung Klik).*

 

BandungKlik – Dalam upaya membangkitkan ekonomi masyarakat, Pemerintah Kabupaten Sukabumi andalkan sektor pariwisata dan pertanian. Langkah ini sekaligus untuk menggairahkan ekonomi yang terdampak pandemi Covid-19.

“Pariwisata dan pertanian menjadi program prioritas Pemkab Sukabumi 2021. Bahkan, dari hasil Musyawarah Rencana Pembagunan (Musrenbang) pengembangan sektor tersebut menjadi yang utama,” kata Bupati Sukabumi Marwan Hamami, dikutip dari Antara, Minggu (4/4/2021).

Dikatakan Marwan lebih lanjut, sektor pertanian mencakup peternakan dan perikanan. Artinya, tidak sebatas pada tanaman saja. Di sektor ini, katanya, Kabupaten Sukabumi punya potensi sumber daya alam yang melimpah seperti produksi beras yang senantiasa surplus.

Di sektor pariwisata, kabupaten ini punya garis pantai yang panjang yakni mencapai 117 kilometer dan sumber daya yang mencukupi. Tak hanya itu, kabupaten terluas di Jawa Barat ini adalah gudangnya objek wisata alam. Sebut saja mulai dari wanawisata pergunungan, rimba, laut, pantai, sungai, dan air terjun, semua ada. Bahkan di sektor pariwisata budaya punya kampung adat seperti Kasepuhan Cipta Gelar.

Silakan baca:

Menikmati Teluk Ciletuh dari Puncak Darma

Keberadaan Geopark Ciletuh Palabuhanratu yang masuk jaringan UNESCO Global Geopark dinilai sebagai destinasi wisata yang mampu menjadi magnet wisatawan. Namun sayang, ketika wabah melanda, industri sektor pariwisata Sukabumi mengalami kemunduran.

“Maka dari itu, pariwisata dan pertanian harus digenjot dan mengkolaborasikan dua sektor tersebut. Potensi alam seperti ini di daerah lain tidak ada. Misalnya tempat untuk outbond Kabupaten Sukabumi punya. Hamparan sawah pun masih sangat luas. Belum lagi ditunjang potensi laut, sungai, dan lainnya,” tutur Marwan.

Dari hasil pertemuan Mursenbang tersebut, Marwan menginstruksikan untuk tahun 2021 dan 2022 mendapatkan formula yang tepat. Masukan yang ada diharapkan bisa dikembangkan untuk setiap potensi dan peluang program yang bisa menuntaskan persoalan ekonomi masyarakat.

Tak hanya para pemangku kepentingan, kata Marwan, setiap rencana dan pelaksanaan program melibatkan partisipasi masyarakat. Tujuannya agar bisa menggali potensi masing-masing daerah. *

Silakan baca:

Kasepuhan Cipta Mulya, Tetap Menjaga Tradisi Leluhur