Bandara Soekarno-Hatta Terapkan Digitalisasi Hasil Tes Covid-19

Bandara Soekarno Hatta
Aplikasi eHAC guna menunjang digitalisasi hasil tes Covid-19 di Bandara Soekarno Hatta. (dok. Angkasa Pura II)

 

BandungKlik – Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) akan menerapkan digitalisasi surat hasil tes Covid-19. Penerapan ini pun disepakati dan ditandatangani para stakeholder Bandara Soetta pada Kamis 21 Januari 2021 lalu. Tertuang dalam nota Kesepakatan Bersama tentang Digitalisasi Dokumen Kesehatan eHAC Keberangkatan di Bandara Soekarno-Hatta.

Penandatanganan Kesepakatan Bersama di Bandara Soekarno-Hatta dilakukan para stakeholder, antara lain:

  1. PT Angkasa Pura II (Persero) sebagai operator bandara
  2. Kantor Kesehatan Pelabuhan Kementerian Kesehatan (KKP Kemenkes)
  3. Satgas Udara Penanganan COVID-19
  4. Penyedia fasilitas tes COVID-19 di Bandara Soetta (Farma Lab & Kimia Farma Diagnostika)
  5. Maskapai (Garuda Indonesia, Citilink Indonesia, Batik Air, Lion Air, Sriwijaya Air, NAM Air, AirAsia Indonesia, Airfast)
  6. Pendukung aplikasi E-HAC milik Kemenkes (Vaksinku & Paspor Sehat)
  7. PT Gapura Angkasa sebagai pihak ground handling

Menurut President Director PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin, digitalisasi dokumen kesehatan/surat keterangan hasil tes COVID-19 menciptakan seamless journey karena calon penumpang pesawat tidak perlu lagi membawa kertas fisik dan mengantre validasi manual.

“AP II mendorong stakeholder supaya Bandara Soekarno-Hatta menerapkan digitalisasi surat keterangan hasil tes COVID-19 sebagai syarat perjalanan rute domestik. Dengan demikian, protokol kesehatan dapat dipenuhi lebih mudah, customer experience juga meningkat karena tercipta seamless journey, dan yang tidak kalah penting adalah hal ini turut menghalau praktik pemalsuan surat tes karena validasi dilakukan digital,” papar Awaluddin, dikutip dari laman angkasapura2.co.id.

Kemudian Executive General Manager Bandara Soekarno-Hatta Agus Haryadi menambahkan, digitalisasi surat tes COVID-19 dilakukan lewat aplikasi eHAC yang dimiliki Kementerian Kesehatan.

Terintegrasi eHAC

“Secara sederhana, implementasi digitalisasi surat hasil tes dapat dijelaskan sebagai berikut, Calon penumpang melakukan tes COVID-19 di fasilitas kesehatan yang sudah teregistrasi di aplikasi eHAC, seperti Airport Health Center di Bandara Soekarno-Hatta. Setelah dilakukan tes, faskes mengirim hasil tes yang menyatakan negatif ke eHAC calon penumpang. Kemudian, calon penumpang mendapat QR Code di aplikasi eHAC,” jelas Agus.

QR Code di eHAC tersebut, lanjut Agus, ditunjukkan calon penumpang di konter check in untuk diperiksa petugas maskapai. Petugas maskapai juga akan ada di titik Security Check Point 2 (SCP 2) untuk memeriksa QR Code bagi calon penumpang yang melakukan self check in atau web check in.

Silakan baca: PT KAI akan Gunakan GeNose C19 Deteksi Covid-19

“Infrastruktur pendukung sudah siap, di setiap konter check in dan di SCP 2 dipastikan ada alat pembaca QR Code bagi petugas maskapai,” sambungnya.

Selanjutnya, Kepala KKP Kemenkes Bandara Soetta Darmawali Handoko mengungkapkan, rencananya validasi digital surat hasil tes COVID-19 diberlakukan penuh Februari 2021.

Dukungan maskapai

Penerapan digitalisasi tersebut didukung para maskapai penerbangan. Seperti yang diutarakan Ketua Indonesia National Air Carriers Association (INACA) Denon Prawiraatmadja, “Maskapai nasional mendukung kemudahan pelaksanaan protokol kesehatan guna mewujudkan penerbangan sehat. Petugas maskapai akan membantu pengecekan QR Code calon penumpang pesawat”.

Sistem digitalisasi surat hasil tes Covid-19 penting untuk dilakukan pertama kali di Bandara Soetta yang merupakan jangkar penerbangan domestik. Sebab sebagian besar penumpang pesawat berangkat dari sini untuk menuju bandara lain di Tanah Air. Ke depannya, bandara-bandara lain di bawah AP II juga akan menerapkan digitalisasi dokumen kesehatan tersebut.*