Bandara Pattimura Kini Menampung 1,5 Juta Penumpang

bandara pattimura
Garbarata Bandara Internasional Pattimura. (@ap_airports).*

 

BandungKlik – Bandara Internasional Pattimura rampung bersolek. Dengan wajah baru yang lebih modern, bandara ini kini mampu menampung 1,5 juta penumpang per tahun.

Beberapa waktu ke belakang, PT Angkasa Pura melakukan pengembangan dan beautifikasi terminal penumpang bandara ini. Sebelum pengembangan, luas terminal penumpang sebesar 10.270 meter persegi dan menampung 860 ribu penumpang per tahun.

Saat ini, setelah pengembangan dan beautifikasi, luas terminal penumpang menjadi 16.090 meter persegi. Dengan luas dan kapasitas yang ada, bandara yang namanya diambil dari nama pahlawan nasional Pattimura dapat menampung 1,5 juta penumpang setiap tahun.

Informasi ini disampaikan langsung oleh akun Instagram Angkasa Pura @ap_airports beberapa hari lalu. Bandara Internasional Pattimura adalah salah satu bandara yang dikelola PT Angkasa Pura 1.

“Beautifikasi dan perluasan terminal penumpang ini mempertegas posisi Bandara Pattimura sebagai leisure airport,” tulisnya.

Dalam foto yang dibagikan dalam unggahan tersebut, terlihat bagian interior yang rapi dan modern. Wajah baru terminal lebih elegan dengan pilar-pilar besar silinder berwarna putih-silver. Ruang tunggu dilengkapi banyak tempat duduk yang apik dan lebih nyaman.

Bandara Internasional Pattimura berada di Kota Ambon Provinsi Maluku. Sebagian orang mengenalnya sebagai Bandara Ambon. Selain penerbangan domestik, bandara ini juga melayani penerbangan luar negeri alias internasional.

Berbagai fasilitas yang ada di bandara antara lain imigrasi, karantina, bea cukai, gedung kargo hingga restoran. Saat beautifikasi, pihak pengelola menambah garbarata berdinding kaca.

Seturut sejarah, awalnya Bandara Internasional Pattimura bernama Lapangan Terbang Laha Ambon. Lapangan terbang ini dibangun pada 1939 oleh Pemerintah Hindia Belanda. Pada 1942, sempat dikuasai oleh Jepang untuk melawan Sekutu dalam Perang Dunia II. Setelah Indonesia merdeka, Lapangan Terbang Laha dikuasai Pemerintah Republik Indonesia. *

Silakan baca: 

Terminal Bandara Sam Ratulangi Padukan Konsep Tradisional & Modern

Bandara Jenderal Besar Soedirman Resmi Beroperasi