Bali Serius Tangani Pariwisata Digital Nomad

digital nomad
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Putu Astawa saat melakukan pemantauan terhadap kegiatan para digital nomad di Dojo Bali Coworking di Canggu, Kuta Utara, Kamis (27/5/2021). (dok. disparda.baliprov.go.id).*

 

BandungKlik – Provinsi Bali akan lebih serius menangani digital nomad sebagai satu upaya membangkitkan pariwisata di masa pandemi Covid-19. Untuk itu, pemerintah setempat terus menggali informasi yang berkaitan dengan pariwisata digital nomad di Pulau Dewata.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Putu Astawa mengatakan, selama ini pariwisata daerahnya hanya mengandalkan wisatawan leisure dan MICE. Namun, kedua potensi itu kini tidak bisa berjalan lantaran wabah virus corona melanda. Sebab aktivitas pariwisata demikian menghadirkan banyak orang sementara saat ini kerumunan dilarang.

“Maka dari itu, salah satu potensi wisatawan yang perlu mendapat perhatian adalah digital nomad,” ujar Astawa dikutip dari laman disparda.baliprov.go.id, Sabtu 29 Mei 2021. Hal itu ia sampaikan saat memantau kegiatan para digital nomad di Dojo Bali Coworking di Canggu, Kuta Utara, Kamis (27/5/2021).

“Jadi, dalam rangka menggali informasi itulah saya dan rombongan melakukan pemantauan dan menggali informasi dari pemilik Dojo Bali Coworking, Michael Craig. Sehingga ke depan bisa dibuatkan kebijakan terkait para digital nomad ini,” tuturnya.

Didampingi sejumlah ahli pembangunan Provinsi Bali di bidang pariwisata, Astawa menegaskan, Bali serius menangani digital nomad.

Craig—bule asal Australia yang hampir 10 tahun menetap di Bali mengatakan, pariwisata tersebut punya potensi yang bagus untuk dikembangkan.

Digital nomad adalah orang-orang kelas menengah ke atas. Jadi, mereka adalah orang-orang berduit. Mereka tinggal di Bali dalam jangka waktu yang cukup lama minimal setahun,” ujar Craig.

“Masa tinggal yang lama akan berdampak pada ekonomi masyarakat di Bali dari akomodasi, makan minum dan kebutuhan lainnya,” ujarnya mengimbuhkan.

Craig juga menjelaskan, selama masa pandemi Bali termasuk tempat yang paling aman bagi para digital nomad untuk tinggal dan bekerja. Dengan berkembangnya pariwisata digital nomad, maka akan berdampak juga pada pendapatan pemerintah dari sektor pajak. *

Silakan baca: Pemerintah Terapkan Kebijakan ASN Work from Bali

Silakan baca: Menparekraf Siapkan Wisata Berbasis Kesehatan di Bali