BandungKlik – Ayam Lodho merupakan kuliner khas Trenggalek yang sudah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB). Masakan ini cukup populer di masyarakat Trenggalek dan wilayah lain di Jawa Timur.

Kuliner Trenggalek tersebut bercita rasa pedas dan gurih yang menggugah selera. Namun tak hanya rasanya yang lezat, Lodho juga merupakan makanan yang sarat akan makna.

Sepintas penampilan Ayam Lodho Trenggalek ini mirip dengan opor. Perbedaan utamanya, Lodho mempunyai kuah santan lebih kental, dengan aksen pedas cabai serta aroma bakar yang wangi.

Bahan utamanya menggunakan ayam kampung. Meski kini tidak jarang ditemukan lodho dari ayam boiler, tetapi ayam kampung masih menjadi pilihan utama untuk memasak lodho.

Daging Ayam kampung dipilih karena teksturnya lebih padat dan rasa lebih gurih. Selain itu, juga mempunyai kandungan gizi yang lebih tinggi. Kadar lemak ayam kampung pun lebih sedikit dibanding ayam boiler.

Terlebih lagi, ayam kampung relatif terbebas dari zat kimia, sehingga lebih sehat untuk dikonsumsi. Sebelum dimasak, ayam kampung dibelah pada bagian dada ke bawah dan dibentangkan hingga terbuka lebar. Biasanya digunakan gapit dari bambu untuk menjaga agar ayam tetap terbuka. Mirip ayam bekakak khas Sunda.

Silakan baca: 7 Kuliner Jakarta Legendaris yang Wajib Dicoba

Setelah itu, ayam dipanggang sampai berubah warna. Agar menambah cita rasa gurih, sebelum dibakar, ayam dilumuri garam. Jika sudah setengah matang, ayam lodho lalu dimasak dengan bumbu khas Nusantara. Diantaranya ketumbar, merica, cabai, daun salam, daun jeruk, kunyit, santan, dan sebagainya.

Sajian Ayam Lodho disantap bersama sego gurih (nasi uduk) dan kulupan (urap) wajib hadir sebagai pelengkap. Kelengkapan sajian makanan ini biasa disebut dengan Lodho Sego Gurih.

Sarat Makna

Konon, kuliner khas ini berasal dari daerah Mataraman dan warisan dari Kerajaan Majapahit. Dahulu masakan tersebut hanya disajikan untuk acara penting di daerahnya. Dan hingga kini tetap disakralkan masyarakat sekitar untuk acara seperti tasyakuran, pesta pernikahan, dan lain-lain.

Pada awalnya, Ayam Lodho menjadi makanan yang sarat makna dan merupakan salah satu instrumen wajib dalam pelbagai ritual adat Jawa, termasuk slametan (selamatan). Dalam slametan, makanan ini menjadi umborampe (kelengkapan) primer atau utama.

Keberadaan olahan ayam dalam berbagai ritual adat Jawa, mengisyaratkan kedekatan kultural manusia Jawa dengan ayam. Jika dilihat secara umum, ayam merupakan hewan yang paling dekat dengan manusia. Cukup mudah dipelihara dan bisa menjadi sumber pendapatan serta sumber pemenuhan gizi.

Seiring perkembangan zaman, masakan tradisional tersebut banyak dijual di berbagai tempat, khususnya penjual yang berasal dari Trenggalek. Dimanfaatkan sebagai menu hidangan utama dan andalan.

Silakan baca: 4 Hal Menarik di Desa Wisata Kampung Majapahit

Ada sejumlah warung makan yang cukup terkenal dengan lodho sebagai menu utama, seperti Ayam Lodho Pak Yusuf yang cabangnya tidak hanya di Trenggalek melainkan sudah ada di luar kabupaten tersebut. Selanjutnya Latina, Rumah Makan Mekarsari, dan lainnya.*

 

 

Sumber & Foto: Disparbud Trenggalek