Awug, Kudapan Tradisi Cita Rasa Tinggi

awug
Awug masak yang siap disantap biasanya ditempatkan dahulu pada alas daun pisang. (Irwan Akhmad/Bandung Klik).*

 

BandungKlik – Popularitas awug tak pernah pudar. Kudapan tradisi ini punya cita rasa tinggi yang menggugah selera. Dikenal sejak zaman baheula, penikmatnya datang dari beragam kalangan. Juga tak pandang usia.

Lalu, bagaimana kudapan ini bisa menjadi nikmat disantap?

Awug diolah dari sejumlah bahan dasar yang mudah didapat di pasar. Yaitu, tepung beras yang dicampur dengan air, garam, gula merah dan kelapa parut. Memasaknya juga cukup sederhana yakni dengan cara dikukus. Namun, untuk hasil yang optimal dan berkualitas, mengukusnya tidak sembarang.

Sedari dulu, dua perabot tradisional yang lazim digunakan untuk mengukus awug adalah dua sejoli sééng dan aseupan. Tanpa aseupan, sulit membuatnya hingga berbentuk kerucut seperti tumpeng.

Adonan biasanya dibikin berlapis yang terbentuk dari dua warna. Yaitu, warna putih dari tepung beras dan cokelat kehitaman berasal dari gula merah atau gula aren. Tak hanya proses mengolahnya, bahan dasar yang digunakan akan berpengaruh pada hasil mulai tekstur hingga rasa.

“Kuncinya terletak pada resep dan bahan dasar yang berkualitas. Dikukus dengan aseupan, aroma akan lebih wangi,” kata Ade dari Awug Beras Cibeunying Kota Bandung yang sudah established sejak 1980-an.

awug
Awug dalam aseupan. (Irwan Akhmad/Bandung Klik).*

Silakan baca:

Galendo, Oleh-oleh Khas Ciamis, Jawa Barat

Dengan bahan-bahan alami, awug dapat bertahan beberapa hari. Karena itu, kudapan khas Priangan ini acap menjadi salah satu pilihan buah tangan dari Bandung. Kuncinya, sedari awal kelapa parutnya dikemas terpisah alias tidak dicampur dengan awug sehingga tak cepat basi.

Memang, jika dicecap dan disantap selagi hangat terasa lebih nikmat. Akan tetapi, seperti nasi, makanan dari tepung beras ini juga dapat dihangatkan.

Awug masak yang siap disantap biasanya ditempatkan dahulu pada alas daun pisang. Apa sebab? “Daun ini bakal mengeluarkan aroma harum yang menggugah selera,” kata Ade, tempo hari. Alhasil, aroma wangi tak hanya muncul dari daun pandan yang turut dikukus.

Namun perlu diingat, masih kata Ade, awug sebaiknya dicampur kelapa parut sesaat sebelum disantap. Soal harga, seporsinya dijual Rp 10 ribu. *

Silakan baca:

Mencicipi Kelezatan Mie Koba Bangka