Asal-Usul Kapal Pinisi Kebanggaan Indonesia

Kapal Pinisi
Kapal Pinisi kebanggaan Indonesia.

 

BandungKlik – Kapal Pinisi merupakan karya bangsa Indonesia di dunia maritim yang membanggakan. Pinisi sendiri merupakan seni pembuatan kapal di Sulawesi Selatan, mengacu pada anjungan dan layar ‘Sulawesi Schooner’ yang terkenal.

Konstruksi dan penyebaran kapal-kapal semacam itu merupakan tradisi ribuan tahun pembuatan kapal dan navigasi Austronesia yang telah melahirkan berbagai macam kapal air canggih. Bagi masyarakat Indonesia dan publik internasional, Pinisi telah menjadi lambang kapal layar pribumi Nusantara.

Kini, pusat-pusat pembuatan kapal pinisi terletak di Tana Beru, Bira, dan Batu Licin. Sekitar 70 persen populasi di sana, mencari nafkah melalui pekerjaan yang terkait dengan pembuatan kapal dan navigasi.

Pembuatan kapal dan pelayaran tidak hanya menjadi andalan ekonomi masyarakat, tetapi juga menjadi fokus utama dari kehidupan dan identitas sehari-hari. Kerja sama timbal balik antara komunitas pembuat kapal dan hubungan mereka bersama pelanggan, diperkuat dengan saling pengertian antara pihak-pihak yang terlibat.

Silakan baca: Ini 10 Kapal Pesiar Terbesar di Dunia

Pengetahuan dan keterampilan yang terkait dengan elemen kapal, diturunkan dari generasi ke generasi di dalam lingkaran keluarg. Serta kepada individu di luar keluarga melalui pembagian kerja.

Deskripsi & Sejarah Kapal Pinisi

Kapal Pinisi merupakan jenis perahu tradisional yang dibuat dari teknologi tradisional masyarakat Bugis di Sulawesi Selatan. Ciri khasnya, memiliki dua tiang layar utama dan tujuh buah layar; tiga buah layar di ujung depan, dua di tengah, dan dua di belakang.

Perahu tersebut berfungsi utama sebagai pengangkut barang antar pulau. Tidak diketahui secara pasti asal-usul dari nama Pinisi. Namun ada dua teori yang mengungkapkan mengenai asal-usul penamaan Pinisi.

Teori pertama menyatakan bahwa Pinisi berasal dari kata “Venecia”. Sebuah kota pelabuhan di Italia. Diduga dari kata Venecia inilah kemudian berubah menjadi penisi menurut dialek Konjo, yang selanjutnya mengalami proses fonemik menjadi pinisi.

Silakan baca: Enam Destinasi Wisata di Bulukumba yang Wajib Dikunjungi

Pengambilan nama kota itu, diperkirakan didasari atas kebiasaan orang Bugis Makassar. Dalam mengabadikan nama sebuah tempat terkenal atau mempunyai kesan istimewa kepada benda kesayangannya, termasuk perahu.

Kemudian, teori kedua menyebutkan bahwa nama Pinisi berasal dari kata “panisi” yang memiliki arti sisip. Mappanisi atau menyisip, yaitu menyumbat semua persambungan papan, dinding, dan lantai perahu dengan bahan tertentu agar tidak kemasukan air.

Perkiraan tersebut berdasar pada pendapat yang menyatakan bahwa orang Bugis yang pertama menggunakan Perahu atau Kapal Pinisi. Lopi dipanisi’ (Bugis) berarti perahu yang disisip. Diduga dari kata ‘panisi’ mengalami proses fonemik menjadi pinisi.

Silakan baca: Daya Tarik Desa Wisata Rammang-Rammang Maros

Sementara untuk bentuk Perahu Pinisi sendiri diperkirakan hasil pengembangan dari Perahu Panjala. Panjala merupakan perahu yang dipergunakan nelayan untuk menjala (menangkap ikan). Hubungan antara Perahu Panjala dengan Pinisi tampak dari bentuk lambung kedua perahu ini.*

 

 

Sumber & Foto: bulukumbakab.go.id