April 2021, Tingkat Hunian Kamar Hotel di Jabar Menurun

Hotel di Jabar
Ilustrasi Kamar Hotel. (Iwan Gunaesa/BandungKlik)

 

BandungKlik – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) Hotel di wilayah Jabar pada periode April 2021 mencapai 32,17 persen. Angka ini mengalami penurunan 2,06 poin dibandingkan TPK Maret 2021 yang mencapai 34,23 persen. Hal ini terjadi di hotel bintang maupun non-bintang.

Menurut Kepala BPS Jabar Dyah Anugrah, TPK hotel bintang di Jabar pada April 2021 sebesar 38,40 persen, turun 1,97 poin dibandingkan TPK Maret 2021 yang mencapai 40,37 persen.

“TPK tertinggi menurut kelas hotel bintang tercatat pada hotel bintang 5 sebesar 58,14 persen, sedangkan TPK terendah terjadi pada hotel bintang 1 sebesar 26,39 persen,” tuturnya, dikutip dari laman jabarprov.go.id.

Sementara untuk TPK hotel non-bintang pada April 2021 sebesar 16,49 persen, mengalami penurunan 3,38 poin dibandingkan Maret 2021 yang tercatat 19,87 persen. TPK tertinggi untuk hotel non-bintang terjadi pada hotel dengan kelompok kamar 25-40 sebesar 18,54 persen. Sedangkan TPK hotel non-bintang yang terendah sebesar 7,22 persen, terjadi pada hotel dengan kelompok kamar kurang dari 10.

Selanjutnya, rata-rata lama menginap tamu di hotel bintang periode April 2021 tercatat 1,61 hari dan di hotel non-bintang selama 1,23 hari. Tamu asing menginap di hotel bintang rata-rata selama 3,61 hari dan di hotel  non-bintang selama 2,22 hari, sedangkan tamu lokal menginap rata-rata selama 1,59 hari di hotel bintang dan 1,23 hari di hotel non-bintang.

Silakan baca: Sekelumit Kisah Legendaris Grand Hotel Preanger

Selain itu, BPS juga mencatat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang tercatat berkunjung ke wilayah Jawa Barat pada April 2021 sebanyak 68 orang. Jumlah tersebut, turun 65,66 persen dari bulan sebelumnya yang tercatat 198 orang.

Wisman yang datang itu, seluruhnya merupakan crew kapal yang datang melalui Pelabuhan Muara Jati, Cirebon. Jumlah ini turun 26,88 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2020 sebanyak 93 orang.*