Apem Beras Bu Wanti, Melegenda di Yogyakarta

apem beras
Apem beras.

 

BandungKlikYogyakarta tak hanya sohor akan budayanya, namun juga kuliner khasnya yang unik dan terkenal murah. Salah satunya kue apem beras. Merupakan makanan tradisional yang memiliki cita rasa manis. Banyak ditemui dan dijual di pasar tradisional di beberapa daerah Indonesia.

Kata “apem” sendiri berasal dari bahasa Arab yaitu “afuum” atau “affuwun” yang berarti ampunan. Dalam tradisi Jawa, kue apem memiliki filosofi yaitu “memohon ampunan kepada sang pencipta”. Kue ini sangat lekat dalam ritual upacara tradisional Jawa. Biasa digunakan pada acara-acara syukuran, seperti upacara selama kehamilan, sunatan, pernikahan, hingga upacara kematian.

Di Kota Jogja, ada satu penjual apem beras yang melegenda, yakni ‘Apem Beras Bu Wanti’. Berlokasi di salah satu kios di Pasar Ngasem Yogyakarta. ‘Apem Beras Bu Wanti’ sangatlah legendaris karena sudah sejak tahun 90-an.

Tampilan kue tradisional ini berbentuk bulat pipih mirip surabi di wilayah Sunda. Cita rasanya manis dan gurih. Pak Doni selaku pengelola usaha Apem Beras Bu Wanti merupakan generasi kedua, sebelumnya usaha tersebut dirintis sang ibu. Penamaan ‘Apem Beras Bu Wanti’ sendiri diambil dari nama istri beliau.

Silakan baca: Awug, Kudapan Tradisi Cita Rasa Tinggi

Usaha kue ini telah memiliki 2 kios di tempat yang berbeda. Pertama, berada di Pasar Ngasem dan mulai buka pukul 06.00 hingga pukul 08.00 WIB. Tempat kedua di Taman Sari dan buka mulai pukul 10.00 WIB.

Dari kedua kios itu, pengemasan dalam menjual apemnya berbeda. Di Pasar Ngasem, apem dibungkus dengan kertas minyak dan plastik. Sedangkan di Taman sari, dibungkus longsong agar mengurangi penggunaan plastik, sehingga terlihat lebih cantik dan menarik.

Sebelum terjadi pandemi, dalam satu hari Pak Dony mampu menjual ludes adonan apem sebanyak 3 kilogram atau sekitar 180 buah apem. Namun saat masa pandemi perharinya tidak menentu, bahkan menurun hingga 50%. Harga yang dibanderol pun cukup bersahabat di kantong, yaitu Rp 3000/buah.

Kue ini dibuat dengan bahan yang terdiri dari tepung beras, telur, kelapa muda, gula pasir, santan, ragi, dan diberi tambahan sedikit garam. Konsumen juga boleh mengajukan permintaan topping saat memesan kue apem. Kata sang pejual, lebih enak ditambah dengan irisan nangka.

Keistimewaan pembuatan apem yaitu dipanggang bukan menggunakan kompor melainkan menggunakan tungku dengan bahan bakar arang, jadi menghasilkan aroma yang khas nan lezat. Setelah matang, apem diangkat dan disajikan dalam sebuah nampan berbentuk persegi berbahan aluminium.

Silakan baca: Mangut Lele, Masakan Kaya Rempah Khas Yogyakarta

Selain warga lokal yang menjadi pelanggan ‘Apem Beras Bu Wanti’, banyak juga turis asing yng suka dengan kue tersebut. Salah satunya dari Jepang, karena menurut mereka kue apem ini sekilas mirip dengan kue khas Jepang, dorayaki.*

 

Sumber & Foto: Dispar Kota Yogyakarta