Apa Itu Black Box, Fungsi dan Cara Kerjanya?

black box pesawat
Kukula 737-800 lepas landas dari Cape Town (CPT), contoh pesawat langka yang menunjukkan lokasi kotak hitamnya dengan skema cat. (Dok. flightradar24.com).*

 

BandungKlik – Black box atau kotak hitam menjadi salah satu komponen penting dalam pesawat terbang. Komponen ini paling dicari seumpama terjadi kecelakaan pesawat, seperti pada tragedi Sriwijaya Air SJ182 baru-baru ini.

Kotak hitam akan menjawab kondisi dan kejadian sebelum dan saat terjadi kecelakaan. Sebab, komponen ini punya fungsi penting dalam membantu menggabungkan penyebab kecelakaan tersebut.

Karena mampu membantu mengungkap misteri kecelakaan, pertanyaan seputar kotak hitam pesawat selalu menarik perhatian. Lantas, apa itu black box?

Black box atau kotak hitam adalah istilah umum yang digunakan dalam industri penerbangan sebagai perekam data penerbangan elektronik. Pada dasarnya berupa hard drive yang diperkuat yang berfungsi untuk merekam segala hal mengenai riwayat suatu penerbangan secara berkelanjutan.

Benda tersebut ditemukan pertama kali oleh ilmuwan Australia Dr David Warren tahun 1950-an. Unit demonstrasi kotak hitam pertama diproduksi pada 1957. Australia menjadi negara pertama yang mewajibkan penggunaan black box untuk penerbangan komersial.

Dikutip dari flightradar24, black box adalah Cockpit Voice Recorder (CVR) atau Flight Data Recorder (FDR), atau kombinasi keduanya. Kotak hitam modern menampung fungsi keduanya dalam satu unit. Biasanya komponen ini disimpan di bagian belakang pesawat.

black box pesawat
Black box pesawat. (Dok. aerotime.aero).*

CVR merekam dan menyimpan sinyal audio di dalam kokpit mulai dari percakapan pilot dengan kru atau menara pengawas hingga pengumuman kepada penumpang. Sedangkan FDR menyimpan data penerbangan mencakup 700 parameter berbeda. Data tersebut antara lain autopilot, kondisi sayap, pengukur bahan bakar, kecepatan udara, ketinggian pesawat hingga arah pesawat.

Komponen kotak hitam langsung berfungsi saat mesin pesawat menyala. CVR secara otomatis akan menghapus data audio lebih dari dua jam sejak penerbangan berakhir.

Jika terjadi kecelakan serius dan tidak mungkin untuk berbicara dengan pilot tentang apa yang terjadi, data dari kotak hitam dapat membantu merekonstruksi apa yang sebenarnya terjadi. *

Silakan baca:

Ini Aturan Perjalanan Dalam Negeri Saat PSBB Jawa Bali