Aglomerasi Jogja Raya, Pariwisata Gunungkidul Harus Tetap Tumbuh

wisata gunungkidul jogja
Pantai Indrayanti, salah satu objek wisata pantai andalan di Kabupaten Gunungkidul. (Iwan Gunaesa/ Bandung Klik).*

 

BandungKlik – Kebijakan aglomerasi atau pemusatan kawasan tertentu di Jogja Raya diharapkan tetap menumbuhkan sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul. Meskipun wisatawan yang masuk ke kabupaten ini hanya wisatawan lokal DI Yogyakarta.

Bupati Gunungkidul Sunaryanta mengatakan, setiap objek wisata bisa tetap beroperasi dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Yaitu, kawasan tersebut masuk zona hijau dan kuning dalam pemetaan kerawanan penyebaran Covid-19. Berbeda dengan kawasan dalam zona oranye dan merah, destinasi wisata harus ditutup.

“Kami akan melakukan pengawasan secara ketat objek-objek wisata dalam penerapan protokol kesehatan. Yang jelas, saat zonanya masih hijau maka objek wisata boleh buka tetapi kalau zonanya masuk oranye maka harus ditutup,” tutur Sunaryanta, dikutip dari Antara, Kamis (13/5/2021).

Hal senada diungkapkan Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul Hary Sukmono. Pemerintah Kabupaten Gunungkidul tidak menutup objek wisata pada libur Lebaran tahun ini. Akan tetapi, di sisi lain sektor pariwisata akan terpukul dengan adanya kebijakan aglomerasi Jogja Raya.

“Kami mendukung kebijakan aglomerasi Jogja Raya dalam rangka menekan penambahan Covid-19 selama libur Lebaran. Namun, kami juga berharap aglomerasi Jogja Raya tetap mampu menumbuhkan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata,” tutur Hary.

Pastikan Protokol Kesehatan Ketat

Dikatakannya, wisatawan yang berkunjung ke Gunungkidul mayoritas dari Jawa Tengah. Sementara dari DI Yogyakarta kurang dari 30 persen. Meski begitu, diharapkan membangkitkan sektor pariwisata dan pelaku wisata di Kabupaten Gunungkidul.

“Kami pastikan sarana dan prasarana penunjang protokol kesehatan di objek wisata sudah siap. Kami juga akan melakukan pengawasan terhadap protokol kesehatan selama libur Lebaran ini,” katanya.

Menurut Hary, kesiapan sarana dan infrastruktur yang dimaksud berkaitan dengan penerapan protokol kesehatan di destinasi wisata maupun tempat usaha pariwisata. Hal tersebut sangat penting sebab saat ini masih pandemi Covid-19 dan kasus terkonfirmasinya kembali naik.

Lebih lanjut dia menyampaikan, sarana yang dimaksud antara lain mulai dari ketersediaan tempat cuci tangan dengan sabun. Kemudian ketersediaan tempat yang steril dan tidak menimbulkan kerumunan di titik tersebut.

Oleh karena itu, pihaknya terus mengimbau pelaku usaha tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin. Tak kalah penting, katanya, kesadaran masyarakat atau wisatawan akan penerapan protokol kesehatan menjadi kunci keberhasilan kebangkitan sektor pariwisata. *

Silakan baca: Pantai Wediombo DIY, Pasir Luas dan Kolam Alami Unik

Silakan baca: Pantai Indrayanti, Primadona Wisata Bahari di Yogyakarta