BandungKlik – Tak cuma di rumah, ternyata cermin juga ada di jalan raya atau jalan sempit lainnya. Istilah khususnya adalah cermin tikungan (safety mirror). Kira-kira fungsinya apa ya?

Bagi pengemudi kendaraan bermotor cermin tikungan memang sudah tak asing lagi. Benda tersebut sering kali dijumpai di sudut jalan atau belokan alias tikungan, sesuai namanya. Bisa jadi dapat ditemukan di sekitar kompleks perumahan atau perkampungan.

Seturut info yang dibagikan Dinas Perhubungan Kota Bandung di akun media sosialnya, cermin tikungan tidak asal dipasang, melainkan ada fungsi dan ketentuannya.

Secara umum, cermin tikungan merupakan kelengkapan tambahan pada jalan sebagai alat bantu pengemudi kendaraan untuk menambah jarak pandang agar terlihat lebih luas. Fungsi lebih spesifiknya adalah sebagai alat bantu bagi pengemudi kendaraan bermotor untuk mengamati area luar dua arah dan akses jalan dengan radius sempit serta lokasi dengan tikungan tajam.

Selain itu, cermin ini berfungsi sebagai alat keselamatan pada kawasan penyeberangan di area perumahan. Itulah mengapa cermin tikungan begitu penting sebagai salah satu piranti pendukung meskipun tidak selalu dipasang di lalu lintas yang ramai.

Akan tetapi, pemasangannya tidak dilakukan di semua titik. Biasanya benda tersebut ditempatkan pada sudut jalan yang tidak memungkinkan bagi pengendara untuk melihat lintasan berikutnya. Hal ini sering disebut dengan istilah “blind spot”.

Cermin tikungan juga banyak dipasang di tepi tikungan tajam dengan daerah bebas samping belokan paling besar 4,5 meter. Umumnya cermin ini menggunakan jenis cermin cembung dan berbahan akrilik.

Berbeda dengan kebanyakan cermin di rumah, safety mirror ini dilengkapi dengan bingkai berwarna jingga dan topi serta tiang atau penyangga yang terbuat dari besi galvanis. Adapun diameternya antara lain 60 cm dengan jarak pandang hingga 42 meter, 80 cm, dan 100 cm. *

Silakan baca: 

Mengenal Aspal Jalan Teknologi Warm Mix Asphalt – Zeolit

Lima Tipe Pengemudi yang Berbahaya, Jangan Ditiru!